Keluarga Jadi Benteng Iman, Kemenag Lembata Soroti Pendidikan Karakter Anak
- 29 Jul 2026 20:10 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Lembata — Keluarga dinilai menjadi ruang pertama bagi anak untuk mengenal iman, membentuk karakter, dan belajar menghargai sesama. Pesan tersebut disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lembata, Jamaludin Malik, saat menghadiri Perayaan Syukur Satu Abad Serikat Santa Ana se-Dekenat Lembata di Gereja Santo Petrus dan Paulus Lamalera, Minggu 26 Juli 2026.
Perayaan satu abad Serikat Santa Ana tersebut mengusung tema “Peran Santa Ana dalam Pembinaan Keluarga Katolik”. Kegiatan diawali dengan Ekaristi yang dipimpin Vikaris Jenderal Keuskupan Larantuka, RD. Hendrikus Leni, sekaligus menjadi puncak rangkaian kegiatan yang berlangsung sejak 23 Juli 2026.
Jamaludin mengatakan, keluarga memiliki posisi penting dalam membentuk kepribadian anak karena menjadi lingkungan pertama tempat anak memperoleh pendidikan nilai dan keteladanan. Menurutnya, pembinaan di dalam keluarga tidak hanya berkaitan dengan kehidupan keagamaan, tetapi juga membentuk sikap disiplin, tanggung jawab, kasih, dan kepedulian terhadap orang lain.
Ia menjelaskan, keteladanan Santa Ana dapat menjadi inspirasi bagi keluarga untuk menghadirkan pola pengasuhan yang menanamkan nilai-nilai positif sejak usia dini. Dengan keteladanan yang konsisten, anak diharapkan tumbuh sebagai generasi yang memiliki dasar iman kuat sekaligus mampu berinteraksi secara baik di tengah masyarakat.
Jamaludin menambahkan, tantangan pembinaan generasi saat ini membutuhkan keterlibatan keluarga secara aktif dan berkelanjutan. Orang tua tidak hanya berperan sebagai pengasuh, tetapi juga menjadi contoh nyata bagi anak dalam menerapkan nilai agama dan kehidupan sehari-hari.
Selain pembinaan iman dan karakter, Jamaludin menekankan pentingnya menjaga kerukunan di tengah keberagaman masyarakat Lembata. Ia menilai nilai saling menghormati perlu ditanamkan sejak keluarga agar anak terbiasa menerima perbedaan dan membangun hubungan yang harmonis dengan sesama.
Menurutnya, penguatan pembinaan generasi membutuhkan sinergi antara keluarga, tokoh agama, umat, dan pemerintah. Kolaborasi tersebut penting agar pendidikan nilai dan karakter tidak berhenti di lingkungan keluarga, tetapi terus diperkuat dalam kehidupan bermasyarakat.
Perayaan satu abad Serikat Santa Ana se-Dekenat Lembata pun menjadi momentum untuk merefleksikan kembali peran keluarga dalam membentuk generasi masa depan. Jamaludin berharap semangat keteladanan Santa Ana dapat terus dihidupkan melalui keluarga yang menjadi tempat tumbuhnya iman, karakter, kasih, dan kepedulian terhadap sesama.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....