BMKG Ingatkan Angin Kencang Picu Karhutla di Sikka Hari Ini

  • 28 Jul 2026 22:14 WIB
  •  Ende
Poin Utama
  • BMKG Stasiun Meteorologi Frans Seda Sikka mengingatkan masyarakat Kabupaten Sikka, Ende, dan Nagekeo untuk mewaspadai angin kencang selama musim kemarau.
  • Aktifnya angin monsun timur menjadi penyebab utama terjadinya musim kemarau dan potensi angin kencang di wilayah tersebut.
  • Masyarakat diminta lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitas yang menggunakan api di ruang terbuka karena angin kering berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan.

RRI.CO.ID, Sikka - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Frans Seda Sikka mengingatkan masyarakat di Kabupaten Sikka, Ende, dan Nagekeo agar mewaspadai angin kencang selama musim kemarau. Peringatan tersebut disampaikan Prakirawan BMKG Frans Seda Sikka, Liza Febrizky, dalam siaran informasi cuaca RRI Ende, Selasa, 28 Juli 2026 sore.

Menurut Liza, aktifnya angin monsun timur menjadi penyebab utama berlangsungnya musim kemarau di wilayah tersebut. Kondisi angin yang bersifat kering berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan sehingga masyarakat diminta lebih berhati-hati dalam setiap aktivitas yang menggunakan api di ruang terbuka.

BMKG memperkirakan cuaca di Kabupaten Sikka, Ende, dan Nagekeo pada Rabu, 29 Juli 2026 umumnya cerah berawan sejak pagi hingga siang hari. Memasuki malam hingga dini hari, kondisi cuaca diprakirakan masih tetap cerah berawan dengan peluang hujan yang relatif rendah.

Selain itu, angin diperkirakan bertiup dari arah timur hingga selatan dengan kecepatan berkisar 20 hingga 30 kilometer per jam. Suhu udara berada pada rentang 21 hingga 32 derajat Celsius, sehingga masyarakat diimbau menjaga kondisi tubuh dan mengantisipasi dampak cuaca kering.

Untuk wilayah perairan, BMKG memprakirakan tinggi gelombang di Perairan Utara Flores dan Perairan Selatan Flores mencapai 1,25 hingga 2,5 meter atau berada pada kategori sedang. Nelayan, operator kapal, dan pengguna jasa transportasi laut diharapkan memperhatikan kondisi cuaca sebelum berlayar demi menjaga keselamatan pelayaran.

BMKG juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi cuaca yang belum terverifikasi. Informasi cuaca yang akurat dan resmi hanya bersumber dari BMKG sebagai lembaga yang berwenang menerbitkan prakiraan dan peringatan cuaca di Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....