KM Rangganis Mati Mesin, Tujuh Penumpang Berhasil Dievakuasi

  • 28 Jul 2026 09:41 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Sikka – Kapal Motor (KM) Rangganis mengalami mati mesin di perairan antara Tanjung Watu Manuk dan Pulau Pemana, Kabupaten Sikka, Senin, 27 Juli 2026. Tujuh orang yang berada di atas kapal berhasil diselamatkan setelah dievakuasi Tim SAR Gabungan.

Informasi mengenai kapal yang mengalami gangguan mesin diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere dari Julaeman. Saat itu, KM Rangganis sedang berlayar dari Pulau Sukun menuju Maumere sebelum mengalami kendala pada mesin hingga tidak dapat melanjutkan pelayaran.

Dengan jumlah person on board (POB) sebanyak tujuh orang, awak kapal kemudian meminta bantuan kepada Basarnas Maumere untuk dilakukan evakuasi.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere mengerahkan Tim SAR Gabungan menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) menuju lokasi kejadian.

Setibanya di lokasi yang dilaporkan, tim belum menemukan posisi KM Rangganis sehingga pencarian dilanjutkan dengan menyisir kawasan perairan.

Pada pukul 17.31 WITA, Tim SAR Gabungan berhasil menemukan KM Rangganis pada koordinat 8°18'54.03" Lintang Selatan dan 122°7'18.34" Bujur Timur dalam kondisi mengalami gangguan mesin.

Setelah kapal ditemukan, Tim SAR Gabungan mengevakuasi tiga orang menuju daratan terdekat. Sementara empat awak kapal lainnya tetap berada di atas KM Rangganis untuk melakukan perbaikan mesin.

Seluruh penumpang dan awak kapal kemudian berhasil tiba di pelabuhan dalam kondisi selamat. Setelah memastikan tidak ada lagi korban yang memerlukan pertolongan, operasi SAR resmi ditutup dan seluruh unsur yang terlibat kembali ke satuan masing-masing.

Operasi SAR melibatkan Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere bersama Lanal Maumere, Polres Sikka, dan Ditpolairud Maumere. Operasi didukung RIB Kantor SAR Maumere, peralatan SAR air, peralatan medis, serta perangkat komunikasi.

Basarnas Maumere mengimbau masyarakat, khususnya pengguna transportasi laut, agar selalu memastikan kondisi mesin dan kelayakan kapal sebelum berlayar, membawa perlengkapan keselamatan yang memadai, serta segera menghubungi petugas apabila menghadapi keadaan darurat di laut agar proses pertolongan dapat dilakukan secepat mungkin.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....