Waspada Cuaca Buruk, KSOP Labuan Bajo Buka Pelayaran Terbatas ke Pulau Rinca

  • 28 Jul 2026 08:09 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Barat - Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo membuka pelayanan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) secara terbatas bagi kapal tujuan Pulau Rinca. Kebijakan tersebut diambil setelah mempertimbangkan perkembangan kondisi cuaca maritim berdasarkan pemantauan terbaru.

Keputusan itu tertuang dalam Maklumat Pelayanan (Notice to Mariners) Nomor 08/MP-VII/2026 yang diterbitkan pada Senin 27 Juli 2026.

Kepala KSOP Kelas III Labuan Bajo, Stephanus Risdiyanto, mengatakan pelayanan SPB menuju Pulau Rinca dapat kembali diberikan setelah mempertimbangkan informasi prakiraan cuaca maritim dari BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang, hasil pengamatan kondisi laut dari pos darat, serta laporan dari kapal-kapal yang beroperasi di perairan setempat.

Kendati demikian, Stephanus menegaskan seluruh nakhoda tetap wajib mengutamakan aspek keselamatan pelayaran selama beroperasi di tengah potensi cuaca buruk yang diperkirakan masih berlangsung pada 27 Juli hingga 29 Juli 2026.

“Para nakhoda diminta memastikan kapal dalam kondisi laik laut dan segera berlindung apabila cuaca memburuk,” ujarnya sebagaimana tertuang dalam maklumat pelayanan tersebut.

Selain itu, kapal-kapal yang telah terlanjur berlayar diimbau untuk menghindari perairan selatan Pulau Padar dan perairan Pulau Komodo yang berpotensi terdampak cuaca buruk.

KSOP juga meminta para nakhoda saling memberikan informasi kepada kapal lain apabila mengetahui adanya potensi bahaya cuaca di laut. Koordinasi dengan Syahbandar dan Basarnas juga harus segera dilakukan apabila kondisi cuaca semakin memburuk.

Lebih lanjut, pihaknya mengimbau seluruh operator kapal wisata maupun kapal lainnya agar terus memantau perkembangan informasi cuaca dari BMKG dan mematuhi seluruh ketentuan keselamatan pelayaran demi menghindari risiko kecelakaan di laut.

Maklumat tersebut diterbitkan sebagai tindak lanjut atas informasi prakiraan kecepatan angin dan tinggi gelombang pada 27 Juli hingga 29 Juli 2026, sehingga aktivitas pelayaran di kawasan Taman Nasional Komodo tetap dapat berlangsung secara terbatas dengan mengedepankan keselamatan sebagai prioritas utama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....