Teater Siapa Kita Hidupkan Kembali Budaya Manggarai lewat Seni Pertunjukan

  • 28 Jul 2026 08:05 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Barat - Komunitas Teater Siapa Kita terus berupaya melestarikan budaya Manggarai melalui seni pertunjukan. Sejak berdiri pada 2020, komunitas ini menjadi ruang bagi anak-anak muda untuk berkreasi sekaligus memperkuat identitas budaya melalui teater berbasis riset.

Hal tersebut disampaikan Koordinator dan Kurator Program Teater Siapa Kita, Berry Unggas, dalam dialog Komunitas Bicara RRI Labuan Bajo yang membahas peran teater dalam membangun ingatan kolektif masyarakat Manggarai, Sabtu 18 Juli 2026.

Berry mengatakan, teater bukan sekadar hiburan, tetapi menjadi medium untuk menghidupkan kembali nilai-nilai budaya yang mulai tergerus perkembangan zaman, terutama tradisi lisan yang dahulu diwariskan dari generasi ke generasi.

“Teater menjadi ruang untuk menghidupkan kembali cerita-cerita yang perlahan mulai hilang. Dulu masyarakat Manggarai memiliki tradisi neng atau mendongeng sebelum tidur sebagai media menyampaikan nilai moral. Hari ini tradisi itu mulai tergeser oleh perkembangan teknologi, sehingga kami mencoba menghadirkannya kembali melalui seni pertunjukan,” ujarnya.

Menurutnya, setiap pementasan yang diproduksi Teater Siapa Kita diawali dengan riset lapangan. Para anggota komunitas turun langsung ke kampung-kampung, berdialog dengan tokoh adat, hingga menggali cerita masyarakat agar karya yang dipentaskan tetap sesuai dengan nilai dan tradisi asli Manggarai.

“Setiap karya yang kami tampilkan bukan hasil imajinasi semata. Kami melakukan riset, berdiskusi dengan tetua adat, dan memastikan cerita yang diangkat memiliki pijakan budaya yang kuat,” katanya.

Dirinya juga menjelaskan, pendekatan visual dalam seni pertunjukan dipilih sebagai cara untuk menarik minat generasi muda mengenal kembali identitas budayanya. Melalui simbol-simbol visual di atas panggung, masyarakat diajak memahami makna di balik tradisi yang selama ini diwariskan secara lisan.

“Anak muda hidup di era visual. Karena itu kami menghadirkan budaya dalam bentuk pertunjukan yang menarik agar mereka penasaran, lalu mencari tahu lebih jauh tentang identitas budaya mereka sendiri,” ungkap Berry.

Sebagai bagian dari upaya memperkuat ruang kebudayaan, Teater Siapa Kita akan ambil bagian dalam Leles Minifest yang digelar pada 31 Juli 2026 di halaman Aula Paroki Maria Bunda Segala Bangsa, Labuan Bajo.

Festival tersebut mengusung semangat leles atau gotong royong dengan menghadirkan berbagai kegiatan, mulai dari cerdas cermat kebudayaan, pertunjukan seni, hingga pameran pangan lokal sebagai bentuk kolaborasi lintas komunitas.

Selain itu, Berry berharap kegiatan tersebut dapat menjadi ruang perjumpaan masyarakat dengan kebudayaan lokal sekaligus mendorong semakin banyak generasi muda terlibat dalam upaya pelestarian budaya Manggarai.

“Kami ingin budaya tidak hanya dikenang sebagai masa lalu, tetapi terus hidup, dipelajari, dan diwariskan kepada generasi berikutnya melalui ruang-ruang kreatif yang dekat dengan anak muda,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....