Tak Semua Siswa Punya Kemampuan Sama, Ini Cara MTsN 1 Ende Membimbing
- 27 Jul 2026 15:16 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende– MTs Negeri 1 Ende menerapkan Program Klinik Al-Qur’an dengan pola pendampingan yang disesuaikan dengan kemampuan setiap siswa. Program ini diawali pemetaan kemampuan membaca Al-Qur’an agar pembinaan yang diberikan tepat sasaran, baik bagi siswa yang masih membutuhkan pendampingan dasar maupun mereka yang sudah lancar.
Wakamad Kurikulum MTs Negeri 1 Ende, Irwawan J. Ndolu, saat diwawancarai RRI Ende di sekolah tersebut, Sabtu 25 Juli 2026, mengatakan program tersebut lahir karena siswa yang masuk ke madrasah memiliki latar belakang kemampuan membaca Al-Qur’an yang beragam.
Ia menjelaskan, pemetaan dilakukan melalui tes baca Al-Qur’an pada tahap awal penerimaan siswa baru. Tes tersebut digunakan untuk mengetahui kelancaran membaca, penguasaan tajwid, serta ketepatan makhraj atau pengucapan huruf setiap siswa.
Menurut Irwawan, hasil pemetaan kemudian menjadi dasar pengelompokan siswa sesuai tingkat kemampuan. Siswa yang masih berada pada tingkat dasar mendapatkan pendampingan remedial, sementara siswa yang sudah mampu membaca diarahkan mengikuti tahsin untuk memperbaiki kualitas bacaan dan penguasaan tajwid.
“Jadi anak-anak tidak langsung diberikan pembinaan yang sama, karena kemampuan mereka berbeda-beda. Kita sesuaikan dengan kebutuhan masing-masing agar perkembangannya bisa lebih maksimal,” ujarnya.
Pendampingan juga dilakukan secara bertahap menggunakan modul atau buku panduan, mulai dari tingkat dasar hingga kemampuan membaca Al-Qur’an dengan tartil menggunakan mushaf standar. Bagi siswa yang mengalami kesulitan, madrasah menyiapkan guru pendamping khusus serta tutor sebaya dari siswa yang sudah memiliki kemampuan lebih baik.
Irwawan menambahkan, perkembangan siswa dipantau melalui evaluasi secara berkala, antara lain setoran bacaan, kartu prestasi, serta evaluasi kenaikan tingkat atau jilid. Ukuran keberhasilan tidak hanya dilihat dari kelancaran membaca, tetapi juga ketepatan makhraj, penerapan hukum tajwid, hafalan surah pendek, dan kesiapan mengikuti pembelajaran keagamaan.
Ia berharap Klinik Al-Qur’an tidak hanya membantu siswa memperbaiki kemampuan membaca, tetapi juga menumbuhkan kebiasaan berinteraksi dengan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Program tersebut diharapkan menjadi bagian dari penguatan karakter siswa sekaligus membangun kemandirian dalam menjalankan ibadah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....