Keamanan MBG Ende Dimulai dari Kesadaran, Pengawasan Jadi Penguat Utama

  • 27 Jul 2026 15:15 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Balai POM di Ende mendorong pengelola SPPG menjadikan keamanan pangan sebagai budaya kerja sehari-hari, bukan sekadar prosedur yang dijalankan ketika ada pemeriksaan. Langkah ini dinilai penting agar pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mampu memberikan makanan yang aman sekaligus bergizi kepada masyarakat.

Kepala Balai POM di Ende, Eko A. B. Darmawan, mengatakan keberhasilan MBG tidak hanya dapat dilihat dari banyaknya makanan yang dibagikan kepada penerima manfaat. Tidak adanya kejadian keracunan pangan serta konsistensi penerapan standar keamanan pangan menjadi indikator penting dalam memastikan program berjalan dengan baik.

“Target kami sebenarnya sederhana, tidak muluk-muluk. Seluruh petugas harus memahami alasan di balik setiap prosedur keamanan pangan yang mereka jalankan setiap hari,” katanya saat diwawancarai Pro 1 RRI Ende dalam dialog Florata Pagi, Sabtu 25 Juli 2026.

Eko menjelaskan, keamanan pangan harus dikendalikan sejak bahan baku diterima hingga makanan dikonsumsi. Pemeriksaan bahan, higiene penjamah makanan, pemisahan bahan mentah dan matang, pengendalian suhu, sanitasi, serta pencatatan menjadi sejumlah titik yang harus diperhatikan.

Menurutnya, hasil pengawasan Balai POM tidak berhenti pada temuan di lapangan. Setiap rekomendasi harus ditindaklanjuti pengelola SPPG sehingga perbaikan benar-benar terjadi dan potensi masalah yang sama tidak berulang.

Ia menyebut masih terdapat sejumlah fasilitas yang perlu disempurnakan, seperti tempat sampah yang belum seluruhnya tertutup dan ventilasi yang belum dilengkapi kasa. Balai POM terus memberikan pembinaan mengenai higiene sanitasi, cara produksi pangan siap saji yang baik, pengendalian titik kritis, serta dokumentasi.

Ia menambahkan, masyarakat sebagai penerima manfaat juga memiliki peran dalam menjaga keamanan makanan. Jika menemukan makanan dengan perubahan warna, rasa, kondisi rusak, atau benda asing, penerima manfaat diminta tidak mengonsumsinya dan segera melaporkan kepada pihak sekolah, pengelola SPPG, atau instansi terkait.

Sementara itu, Kepala Dapur SPPG Ende Timur, Luciany, C. R. Bage mengatakan pihaknya terbuka terhadap setiap rekomendasi Balai POM untuk memperbaiki pengelolaan dapur. Menurutnya, masukan tersebut menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki metode kerja agar makanan yang didistribusikan tetap aman sampai ke penerima manfaat.

Ia mengatakan seluruh petugas juga dibekali pelatihan dan sertifikasi penjamah makanan serta diwajibkan menerapkan higiene personal. Penggunaan APD, mencuci tangan, menjaga kesehatan, pemisahan alat dan bahan, serta pengendalian suhu menjadi bagian dari prosedur yang diterapkan setiap hari.

Keduanya berharap agar seluruh petugas SPPG mampu menjaga standar keamanan pangan meskipun tidak sedang diawasi petugas Balai POM. dan semoga keterbukaan terhadap kritik, pengawasan berlapis, serta keterlibatan masyarakat dapat membuat MBG di Ende semakin aman, tertib, dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....