Dari Dapur ke Sekolah, MBG Ende Jaga Makanan Tetap Aman

  • 27 Jul 2026 14:52 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, – Dapur SPPG Ende Timur setiap hari menyiapkan 2.234 porsi makanan untuk mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ribuan porsi tersebut didistribusikan kepada penerima manfaat di tujuh posyandu dan lima sekolah dengan pengendalian waktu dan suhu untuk menjaga keamanan makanan.

Kepala Dapur SPPG Ende Timur, Luciany, C.R Bage mengatakan aktivitas dapur dimulai sejak bahan baku diterima dari pemasok. Tahap berikutnya meliputi persiapan bahan, memasak, pengemasan, distribusi, pengambilan ompreng, hingga pencucian ompreng.

Sebelum diolah, setiap bahan baku diperiksa berdasarkan tekstur, kesegaran, dan aroma, khususnya daging, ikan, dan sayuran. Pemeriksaan juga dilakukan untuk memastikan bahan tidak berlendir atau berjamur serta jumlah yang datang sesuai dengan pesanan.

Ia mengatakan, pihaknya juga memastikan bahan baku memiliki dokumen kehalalan dan keamanan yang sesuai. Pemisahan area dan peralatan dalam proses pengolahan diterapkan untuk mengurangi risiko kontaminasi silang.

Untuk menjaga kualitas makanan selama distribusi, Lucy mengatakan suhu makanan panas dipertahankan minimal 60 derajat Celsius. Kemasan juga ditutup rapat dan menggunakan wadah yang memenuhi standar keamanan pangan atau food grade agar makanan terlindungi dari debu, air, maupun mikroorganisme.

Dari sisi sumber daya manusia, seluruh karyawan telah mendapatkan pelatihan dan sertifikasi penjamah makanan. Mereka dibekali pemahaman mengenai mencuci tangan, menggunakan masker dan sarung tangan, tidak bekerja ketika sakit, memisahkan alat serta bahan makanan, dan menjaga suhu penyimpanan.

Sementara itu, Kepala Balai POM di Ende, Eko A.B Darmawan, mengatakan pengawasan keamanan pangan harus dilakukan pada setiap titik kritis. Menurutnya, makanan bergizi tetap dapat menimbulkan risiko apabila proses penerimaan bahan, pengolahan, penyimpanan, hingga distribusinya tidak dikendalikan.

Eko juga mendorong pengelola SPPG menggunakan termometer terkalibrasi dan melakukan pencatatan terhadap proses produksi. Menurutnya, dokumentasi penting untuk mengetahui kondisi bahan, waktu tunggu, proses distribusi, hingga waktu konsumsi sehingga setiap potensi masalah dapat ditelusuri.

keduanya berharap pengelolaan dapur SPPG semakin baik melalui keterbukaan terhadap kritik dan saran. Ia juga mendorong penguatan rantai pasok lokal dengan melibatkan petani, peternak, nelayan, dan UMKM agar keberlanjutan MBG sekaligus memberi dampak bagi perekonomian masyarakat Ende.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....