Cegah Pelanggaran, Bawaslu Matim Ajak Pramuka Perkuat Pengawasan Partisipatif
- 25 Jul 2026 16:16 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai Timur – Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Manggarai Timur terus memperkuat budaya pengawasan partisipatif dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk Gerakan Pramuka. Salah satunya dengan melaksanakan kegiatan pendidikan Pengawas Partisipatif kepada kwartir Pramuka Cabang Kab. Manggarai Timur. Kamis, 23 Juli 2026 dengan materi bertajuk "Teknis Pencegahan Pelanggaran dan Sengketa Proses Pemilu.
Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat (HP2H) Bawaslu Manggarai Timur, Maksimilianus Ukut, S.Fil., M.Th., menegaskan bahwa pencegahan merupakan strategi paling efektif untuk meminimalkan potensi pelanggaran dan sengketa pada setiap tahapan penyelenggaraan Pemilu. Menurutnya, pengawasan tidak hanya dilakukan ketika pelanggaran telah terjadi, tetapi harus dimulai sejak awal melalui edukasi, sosialisasi, dan penguatan kesadaran masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya memastikan seluruh warga negara yang memenuhi syarat telah terdaftar dalam daftar pemilih agar tidak ada hak konstitusional masyarakat yang terabaikan. Bawaslu juga memberikan perhatian serius terhadap upaya pencegahan praktik politik uang yang dinilai dapat merusak kualitas demokrasi.
Maksimilianus mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda yang tergabung dalam Gerakan Pramuka, untuk menjadi agen pengawasan di lingkungan masing-masing. Menurutnya, kesadaran masyarakat dalam menolak politik uang menjadi salah satu kunci terciptanya Pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas.
Dalam pemaparannya, Maksimilianus juga mengungkapkan tantangan yang dihadapi Bawaslu Manggarai Timur dalam menjalankan fungsi pengawasan. Secara organisasi, Bawaslu hanya memiliki tiga orang pengawas di setiap kecamatan dan satu orang pengawas di tingkat desa atau kelurahan.
Jumlah tersebut dinilai belum sebanding dengan luas wilayah, kondisi geografis, serta kompleksitas tahapan Pemilu yang harus diawasi, sehingga masih terdapat potensi pelanggaran yang sulit terjangkau secara langsung oleh jajaran pengawas. Karena itu, Bawaslu Manggarai Timur terus mendorong penguatan pengawasan partisipatif sebagai solusi untuk memperluas jangkauan pengawasan.
Masyarakat diharapkan aktif melaporkan setiap dugaan pelanggaran melalui mekanisme yang telah disediakan Bawaslu agar dapat segera ditindaklanjuti sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. "Partisipasi masyarakat merupakan kekuatan utama dalam menjaga integritas Pemilu. Semakin banyak warga yang terlibat dalam pengawasan, semakin besar peluang kita mewujudkan Pemilu yang demokratis, jujur, dan berkualitas," kata Maksimilianus.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....