Gunung Lewotobi Laki-laki Tiga Kali Meletus, Abu Capai 1.600 Meter

  • 25 Jul 2026 16:17 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Larantuka – Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur mengalami tiga kali letusan pada periode pengamatan Jumat 24 Juli 2026 pukul 06.00–12.00 WITA. Kolom abu teramati membumbung setinggi 400 hingga 1.600 meter di atas puncak, sementara status aktivitas gunung masih berada pada Level III atau Siaga.

Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Api Lewotobi Laki-laki, kondisi cuaca di sekitar gunung bervariasi dari cerah, berawan, hingga mendung. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah barat dan barat laut dengan suhu udara berkisar antara 23 hingga 29 derajat Celsius.

Secara visual, gunung tampak jelas meski sesekali tertutup kabut tipis. Asap kawah berwarna kelabu dengan intensitas tipis teramati mencapai ketinggian 50 hingga 100 meter di atas puncak kawah. Petugas juga mencatat endapan lava mengarah ke barat-barat laut sejauh sekitar 3.800 meter dari pusat erupsi. Sementara itu, endapan lava ke arah timur laut terpantau mencapai sekitar 4.340 meter.

Aktivitas kegempaan selama periode pengamatan didominasi tiga gempa letusan dengan amplitudo 10,5 hingga 47,3 milimeter. Selain itu, tercatat satu gempa hembusan, 11 tremor non-harmonik, satu gempa tektonik lokal, dan satu gempa tektonik jauh.

PVMBG masih menetapkan Gunung Lewotobi Laki-laki pada Level III atau Siaga. Masyarakat dan wisatawan diimbau tidak melakukan aktivitas dalam radius lima kilometer dari pusat erupsi demi menghindari potensi bahaya.

Selain itu, masyarakat diminta tetap tenang dan mengikuti arahan pemerintah daerah serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas sumbernya. Warga juga diminta mewaspadai potensi banjir lahar hujan di sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-laki apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi.

Daerah yang perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap banjir lahar hujan meliputi Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote. Bagi masyarakat yang terdampak hujan abu vulkanik, PVMBG mengimbau penggunaan masker atau penutup hidung dan mulut untuk mengurangi risiko gangguan pada sistem pernapasan.

Pemerintah daerah juga diminta terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Api Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera dan PVMBG untuk memperoleh informasi terkini mengenai perkembangan aktivitas vulkanik. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat upaya mitigasi dan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi erupsi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....