Job Fair Flores Timur Target Serap 50 Persen Pengangguran Terbuka

  • 25 Jul 2026 11:47 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Larantuka – Pemerintah Kabupaten Flores Timur menargetkan Job Fair 2026 mampu menyerap hingga 50 persen dari total pengangguran terbuka di daerah tersebut. Bursa kerja yang akan digelar pada 30–31 Juli 2026 itu menjadi bagian dari program strategis Gempur Pengangguran yang masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Kegiatan ini diselenggarakan melalui kolaborasi Pemerintah Kabupaten Flores Timur dan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur. Berdasarkan data Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Flores Timur, jumlah pengangguran di daerah itu mencapai 9.638 jiwa atau 6,36 persen dari total 158.621 angkatan kerja.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Flores Timur, Drs. Romanus Mandiri Piran, mengatakan Job Fair menjadi salah satu langkah konkret pemerintah untuk mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat dapat mengakses berbagai informasi lowongan pekerjaan secara langsung.

Selain membuka peluang kerja, penyelenggaraan Job Fair juga diarahkan untuk membangun sistem rekrutmen tenaga kerja yang lebih transparan. Selama ini masih terdapat anggapan di masyarakat bahwa peluang kerja lebih mudah diakses oleh mereka yang memiliki relasi atau "orang dalam".

Untuk menjawab persoalan tersebut, pemerintah mewajibkan seluruh perusahaan peserta melakukan proses rekrutmen secara terbuka. Seluruh informasi lowongan dan tahapan seleksi juga didorong menggunakan platform digital SIAPkerja agar proses penerimaan berlangsung adil, objektif, dan dapat diakses oleh seluruh pencari kerja.

"Kami ingin memastikan keterbukaan itu ada. Perusahaan tidak boleh lagi menginformasikan lowongan secara sepihak atau diam-diam kepada kalangan terbatas saja. Semua masyarakat Flores Timur berhak mendapatkan kesempatan yang sama," ujar Romanus.

Pemerintah Kabupaten Flores Timur berharap Job Fair 2026 tidak hanya menekan angka pengangguran, tetapi juga menjadi momentum membangun ekosistem ketenagakerjaan yang lebih terbuka, profesional, dan memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....