Dari Sekolah hingga Komunitas, FDAN NTT Gencarkan Edukasi Bahaya Narkoba
- 24 Jul 2026 14:07 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende – Forum Duta Anti Narkoba (FDAN) Provinsi Nusa Tenggara Timur terus memperluas edukasi pencegahan penyalahgunaan narkoba melalui sekolah, komunitas, dan berbagai kegiatan kreatif yang melibatkan anak muda. Langkah tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap Program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) yang dijalankan Badan Narkotika Nasional (BNN).
Hal tersebut disampaikan Ketua Divisi Pengabdian Masyarakat FDAN Provinsi NTT, Darto Alandus Wefry Tahun, saat diwawancarai dalam program Obras (Obrolan Spada) Pro 2 RRI Ende, Kamis 23 Juli 2026. Ia menjelaskan, FDAN berperan sebagai perpanjangan tangan BNN dalam memberikan edukasi kepada seluruh lapisan masyarakat.
Sasaran kegiatan tidak hanya pelajar, tetapi juga mahasiswa, pekerja, organisasi kepemudaan, hingga masyarakat umum. Salah satu program yang dijalankan ialah Sekolah Bersinar (Bersih Narkoba).
Melalui program tersebut, tim memberikan penyuluhan langsung di sekolah sekaligus mendukung penerapan Kurikulum Bersinar yang berisi materi edukasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba kepada peserta didik. Selain itu, FDAN juga menggelar berbagai kegiatan kreatif untuk menarik minat generasi muda.
Kegiatan tersebut meliputi Pameran Bersinar dalam rangka Hari Anti Narkotika Internasional (HANI), malam refleksi anti narkoba, lomba orasi dan lomba tari, hingga beragam kompetisi bertema anti narkoba.
Menurut Darto, pendekatan kreatif dipilih karena lebih mudah diterima oleh anak muda. Edukasi dikemas sesuai minat mereka sehingga pesan mengenai bahaya narkoba dapat dipahami tanpa terasa menggurui.
Ia juga menegaskan FDAN bersama BNN membuka kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat yang ingin berkolaborasi. Bentuk kerja sama dapat berupa kegiatan sosialisasi, penyuluhan, menjadi relawan, hingga pembuatan konten edukasi yang menyasar generasi muda.
Ia berharap semakin banyak komunitas, sekolah, dan organisasi kepemudaan yang ikut terlibat dalam gerakan anti narkoba. Menurutnya, kolaborasi menjadi salah satu kunci untuk menciptakan generasi produktif sekaligus memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di Nusa Tenggara Timur.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....