Peringati HAN ke-42, Ratusan Pelajar di Ruteng Gelar Aksi Pungut Sampah
- 28 Jul 2026 07:53 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai – Peringatan Hari Anak Nasional ke-42 di Kabupaten Manggarai diwarnai aksi jalan sehat yang dirangkaikan dengan kegiatan pungut sampah di Kota Ruteng, Kamis 23 Juli 2026. Ratusan pelajar tingkat SD, SMP, hingga SMA dari sekitar 30-an sekolah berkumpul di Natas Labar Motang Rua sebagai titik awal pelaksanaan kegiatan.
Peringatan Hari Anak Nasional.ke-42 ini mengusung tema "Sayangi Anak, Lindungi, dan Bangun Masa Depan". Kegiatan terselenggara berkat kolaborasi Pemerintah Kabupaten Manggarai melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) bersama Yayasan Wahana Visi Indonesia (WVI).
Acara ini juga dihadiri langsung oleh Bupati Manggarai Hery Nabit, Wakil Bupati Fabi Abu, Penjabat Sekretaris Daerah, serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan sejumlah Pegawai WVI.
Pantauan RRI, setiap peserta membawa serta kantong plastik untuk memungut sampah di sepanjang rute. Bupati Manggarai kemudian melepas secara resmi para peserta jalan sehat yang kemudian bergerak menyisir sampah di sejumlah titik di Kota Ruteng.
Kepada RRI, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Manggarai, Maria Yasinta Aso, menyampaikan pesan kepada seluruh anak di Manggarai agar tumbuh menjadi generasi penerus bangsa yang hebat, mampu memperjuangkan hak-haknya, serta berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan positif.
"Anak adalah generasi penerus bangsa, generasi penerus Manggarai ini. Jadilah anak yang hebat, jadilah anak yang bisa memperjuangkan hak-haknya, kemudian bisa berpartisipasi aktif dalam semua hal yang baik, dan bisa melindungi diri sendiri dari segala bentuk kekerasan dan diskriminasi," ungkapnya.
Ia juga mendorong anak-anak untuk berani menyampaikan pendapat (speak up), melindungi diri dari segala bentuk kekerasan dan diskriminasi, serta menjadi pelopor dan pelapor dalam menciptakan lingkungan yang aman dan ramah anak.
"Anak harus jadi pelopor dan harus bisa menjadi pelapor untuk semua hal yang baik. Jadi harus berani speak up," katanya
Sementara itu, Area Program Manager WVI Cluster Manggarai Raya, Ignatius Anggorosuryo, mengatakan Wahana Visi Indonesia (WVI) bersama Pemerintah Kabupaten Manggarai telah menjalin kerja sama melalui nota kesepahaman (MoU) untuk memperkuat upaya mewujudkan Kabupaten Layak Anak (KLA).
Ia menjelaskan, kolaborasi tersebut difokuskan pada penciptaan lingkungan yang aman, nyaman, dan ramah bagi anak melalui berbagai program yang dilaksanakan secara bertahap, mulai dari tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten bersama pemerintah daerah.
"Nah, hal-hal yang kita lakukan bersama salah satunya adalah bagaimana kita meningkatkan Kabupaten Manggarai untuk bisa menjadi tempat yang lebih aman bagi anak, nyaman bagi anak, ramah bagi anak. Kita bergerak dari mulai desa, kecamatan, sampai dengan kabupaten bersama dengan pemerintah daerah," ujar Ignatius.
Menurutnya, salah satu langkah yang dilakukan adalah mendorong seluruh desa dan kecamatan mendeklarasikan komitmen sebagai Desa Layak Anak dan Kecamatan Layak Anak. Karena itu, peringatan Hari Anak Nasional menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam meningkatkan perlindungan dan pemenuhan hak-hak anak di Kabupaten Manggarai.
Ignatius menambahkan, capaian Kabupaten Manggarai dalam penilaian Kabupaten Layak Anak saat ini menunjukkan perkembangan yang positif. Hal tersebut menjadi penyemangat bagi WVI dan Pemerintah Kabupaten Manggarai untuk terus memperkuat berbagai program perlindungan anak.
"Hari Anak Nasional ini, ini sebenarnya tonggak yang menjadi salah satu titik tolak bagi Kabupaten Manggarai untuk bisa semakin memperhatikan anak-anak dan perlindungan anak-anak," tutur Ignatius.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa masih banyak tantangan yang dihadapi anak-anak, terutama di era digital, termasuk pengaruh negatif teknologi, ancaman radikalisme dan terorisme, serta berbagai bentuk kerentanan lainnya.
"Anak-anak juga masih punya tantangan besar di bidang teknologi, bidang terorisme, dan di bidang-bidang yang anak-anak juga rentan di situ," ucapnya.
Dirinya menegaskan pula bahwa Hari Anak Nasional menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian seluruh elemen masyarakat dalam memastikan setiap anak dapat tumbuh, belajar, dan berkembang di lingkungan yang aman serta terlindungi.
Setelah jalan sehat dan aksi pungut sampah selesai, panitia menggelar pembagian door prize bagi para peserta. Berbagai hadiah dibagikan, antara lain buku tulis, tempat makan, dan pulpen sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi para pelajar dalam kegiatan tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....