15 Ribu Batang Bambu dari Labuan Bajo Diekspor ke Polandia
- 22 Jul 2026 19:07 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai Barat – Sebanyak 15 ribu batang bambu hasil pengelolaan Yayasan Bambu Lingkungan Lestari (YBLL) diekspor dari Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), menuju Polandia. Bambu tersebut akan dimanfaatkan sebagai material pembangunan rumah tradisional khas NTT.
Keberhasilan ekspor ini menunjukkan bambu tidak lagi dipandang sebagai material bangunan biasa, tetapi telah berkembang menjadi komoditas bernilai ekonomi tinggi yang mampu bersaing di pasar internasional.
Pengiriman tersebut juga mencerminkan besarnya potensi sumber daya alam NTT dalam mendukung pengembangan ekonomi berkelanjutan berbasis masyarakat.
Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, mengapresiasi keberhasilan YBLL menembus pasar Eropa. Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti bahwa pengembangan potensi lokal yang dikelola secara inovatif mampu menghasilkan produk berkualitas dan berdaya saing global.
"Bambu memiliki nilai ekonomi yang besar dan berpotensi menjadi identitas baru NTT. Jika dikelola secara berkelanjutan, bambu dapat menjadi penggerak ekonomi kreatif masyarakat sekaligus membuka lapangan kerja baru," ujarnya.
Johni menegaskan Pemerintah Provinsi NTT akan terus mendorong pengembangan industri bambu melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, dan lembaga swadaya masyarakat. Sinergi tersebut diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah komoditas bambu sekaligus memperluas akses pasar.
Selama lebih dari tiga dekade, Yayasan Bambu Lingkungan Lestari mengembangkan berbagai program pemberdayaan masyarakat melalui budidaya, konservasi, hingga pemanfaatan bambu secara berkelanjutan. Program tersebut tidak hanya mendukung pelestarian lingkungan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan industri bambu dari hulu hingga hilir.
Keberhasilan ekspor ke Polandia diharapkan menjadi momentum bagi NTT untuk semakin dikenal sebagai salah satu pusat pengembangan bambu berkualitas di Indonesia. Selain memiliki nilai ekonomi, bambu juga dinilai mampu memperkuat citra daerah sebagai penghasil komoditas ramah lingkungan yang berdaya saing di pasar global.
Dengan terbukanya akses pasar internasional, bambu diproyeksikan menjadi salah satu komoditas unggulan NTT yang berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan masyarakat sekaligus memperkenalkan potensi budaya daerah melalui pemanfaatan material lokal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....