Ritus Wagal, Puncak Sakral Perkawinan Adat Pasangan Yonna dan Robby di Manggarai
- 20 Jul 2026 21:33 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai – Ritual adat Wagal menjadi puncak rangkaian pernikahan sekaligus penyatuan dua keluarga besar antara Yonna dan Robby yang berlangsung di Kampung Repok Mowol, Kecamatan satarmese Barat, Kabupaten Manggarai, Minggu 19 Juli 2026. Pantauan RRI, prosesi diawali dengan Sompo, yakni penyerahan mempelai perempuan dari dalam kamar kepada keluarga mempelai laki-laki.
Dalam prosesi tersebut, mempelai perempuan diangkat oleh dua orang pria, sementara seorang perempuan bertugas memayunginya. Mereka berjalan menuju tikar dan bantal yang telah disiapkan diiringi tabuhan gong dan gendang, sebagai simbol penghormatan dan pengagungan terhadap kedua mempelai.
Setelah itu, kedua mempelai dipersilakan duduk di atas bantal adat yang melambangkan kedudukan mereka sebagai raja dan ratu yang dipersatukan melalui ritus Wagal. Prosesi kemudian dilanjutkan dengan Tudak Wagal, yakni doa adat yang dipanjatkan sebagai permohonan restu bagi kehidupan rumah tangga pasangan pengantin.
Tokoh adat, Simplisius Nangu, mengatakan Wagal merupakan puncak dari seluruh rangkaian perkawinan adat dalam tradisi budaya Manggarai yang melibatkan dua keluarga besar, yakni anak rona (keluarga mempelai perempuan) dan anak wina (keluarga mempelai laki-laki). Menurutnya, ritual tersebut memiliki makna yang sangat sakral karena menjadi simbol pengesahan adat terhadap kehidupan rumah tangga kedua mempelai.
Ia menjelaskan, dalam kepercayaan masyarakat Manggarai, pasangan yang tidak menjalani ritus Wagal diyakini berpotensi menghadapi berbagai hambatan dalam kehidupan berumah tangga. Keyakinan itu dikenal melalui ungkapan "Nangki Cai Itang Cala", yang menggambarkan datangnya berbagai rintangan, baik dalam aspek kesehatan, ekonomi, maupun keharmonisan keluarga.
"Ada istilah Manggarai yang mengatakan bahwa Nangki Cai Itang Cala artinya dalam kehidupan berkeluarga itu ada-ada saja musibah, ada ada saja halangan dalam baik segi kesehatan maupun dalam segi kelanjutan rumah tangga mereka," katanya.
Simplisius menambahkan, bagian paling sakral dalam rangkaian Wagal adalah ritus Cikat Kina Wagal Kaba. Ritual tersebut menggunakan seekor ayam putih dan seekor babi sebagai sarana persembahan yang disertai doa-doa dalam bahasa adat kepada para leluhur.
Melalui ritus itu, leluhur diyakini akan mengenali, memberkati, dan melindungi keturunan mereka agar memperoleh kesehatan, rezeki, serta kehidupan rumah tangga yang harmonis.
"Makna yang paling sakral pada saat kita melaksanakan ritus yaitu cikat kina wagal kaba. Dalam ritus ini, bahannya satu ekor ayam putih dan satu ekor babi. Lalu disampaikan ritual adatnya melalui bahasa bahasa adat, agar leluhur bisa memahami bisa mengenal cucu-cucu mereka, kemudian kedepannya cucu-cucu mereka itu akan dijaga oleh leluhur," ungkapnya.
Menurutnya, masyarakat Manggarai percaya bahwa setelah seluruh ritus adat diselesaikan, pasangan suami istri akan memperoleh restu leluhur sehingga mampu membangun keluarga yang rukun, sejahtera, dan langgeng.
Di akhir prosesi, Simplisius berpesan kepada Yonna dan Robby agar menjaga ikatan pernikahan yang telah disahkan secara adat. Ia berharap keduanya senantiasa hidup rukun, dikaruniai kesehatan, rezeki yang berlimpah, serta keturunan yang menjadi kebanggaan keluarga dengan doa dan restu para leluhur yang menyertai perjalanan hidup mereka sepanjang hayat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....