Sanggar Wela Rana Meriahkan Pembukaan Kongres PMKRI ke-34 dan MPA ke-33
- 20 Jul 2026 19:38 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai – Sanggar Wela Rana turut memeriahkan pembukaan Kongres PMKRI ke-34 dan Majelis Permusyawaratan Anggota (MPA) ke-33 di Aula Assumpta Katedral Ruteng, Senin 20 Juli 2026. Penampilan seni tari, musik, dan lagu khas Manggarai mendapat sambutan hangat dari ratusan peserta kongres yang datang dari berbagai daerah di Indonesia.
Salah satu daya tarik pertunjukan ini adalah keterlibatan sejumlah anak penyandang tunanetra sebagai personel musik. Mereka memainkan berbagai instrumen, seperti bass, gitar akustik, kajon, dan piano, sehingga mendapat apresiasi dan tepuk tangan meriah dari para peserta.
Pertunjukan dibuka dengan Tarian Naka Tiba Meka (Nenggo), dilanjutkan atraksi Rangkuk Alu yang diiringi lagu Toto Ndeng. Suasana semakin semarak melalui penampilan lagu-lagu daerah, seperti Nusantara, Benggong, Dere Sunding, Songke Manggarai, dan Sili Abar, sebelum ditutup dengan lagu Yamko Rambe Yamko yang mengajak seluruh peserta bernyanyi bersama.
Pendiri Sanggar Wela Rana, Felix Edon, menyampaikan apresiasi kepada panitia Kongres PMKRI atas kepercayaan yang diberikan kepada sanggar untuk tampil pada pembukaan kegiatan berskala nasional tersebut. Menurutnya, seluruh tarian dan lagu yang dipentaskan dipilih secara khusus untuk memperkenalkan kekayaan seni dan budaya Manggarai kepada para peserta, terutama delegasi dari luar daerah.
Ia menilai Kongres PMKRI menjadi momentum strategis untuk mempromosikan identitas budaya Manggarai melalui seni tari, musik, dan lagu tradisional agar semakin dikenal di tingkat nasional.
"Pementasan musik dan tari tradisional ini merupakan wujud nyata konsistensi kami dalam merawat, menjaga, dan melestarikan warisan leluhur Manggarai agar tetap hidup dan dikenal luas oleh generasi muda, apalagi dalam kegiatan ini banyak peserta yang berasal dari luar daerah," ujar Felix
Penampilan Sanggar Wela Rana semakin memukau melalui perpaduan harmonis alat musik modern dan tradisional. Salah satu yang mencuri perhatian adalah Caka Tinding, alat musik khas Manggarai yang menghasilkan irama khas dan memperkaya nuansa pertunjukan. Kolaborasi tersebut menghadirkan pengalaman budaya yang autentik sekaligus memperkenalkan kekayaan seni Manggarai kepada para peserta Kongres PMKRI.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....