Kemenag Manggarai Barat Kawal Penyusunan Modul Muatan Lokal Budaya Manggarai
- 20 Jul 2026 17:55 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai Barat – Kepala Kantor Kemenag Kab. Manggarai Barat, Fransiskus Xaverius Adi, menghadiri Focus Group Discussion (FGD) penyusunan Modul Ajar Muatan Lokal Budaya Manggarai untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Kegiatan yang berlangsung di Aula Sekretariat Daerah Kab. Manggarai Barat, Jumat, 17 Juli 2026, merupakan bagian dari upaya Pemkab Manggarai Barat dalam memperkuat pendidikan berbasis budaya lokal.
Penyusunan modul tersebut digagas oleh Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Manggarai Barat bekerja sama dengan Universitas Katolik Indonesia St. Paulus Ruteng. Forum FGD difokuskan pada pembahasan hasil uji coba modul yang telah dilaksanakan di sembilan sekolah pada 16 Juli 2026, sekaligus menghimpun masukan dari berbagai pemangku kepentingan untuk menyempurnakan materi ajar sebelum diterapkan secara lebih luas.
| Baca juga: 10 Anak di NTT Terpapar Radikalisme Digital |
Dalam kesempatan itu, Fransiskus Xaverius Adi menegaskan pentingnya menghadirkan pendidikan muatan lokal yang tidak hanya memperkenalkan kekayaan budaya Manggarai, tetapi juga mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan yang toleran, inklusif, dan mampu memperkuat karakter peserta didik. Menurutnya, pendidikan harus menjadi ruang yang mampu menjaga identitas budaya sekaligus menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan kehidupan beragama yang harmonis.
"Anak-anak tidak boleh tercerabut dari akar budayanya. Kemenag hadir untuk memastikan nilai-nilai keagamaan dapat berjalan selaras dengan kearifan lokal Manggarai," ujar Fransiskus di hadapan peserta FGD.
Melalui keterlibatan aktif dalam proses penyusunan modul, Kemenag Kab. Manggarai Barat berharap materi ajar Muatan Lokal Budaya Manggarai dapat menjadi sarana pembelajaran yang relevan, kontekstual, dan mampu menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya daerah. Selain memperkuat identitas budaya, modul ini diharapkan menjadi fondasi dalam membentuk karakter peserta didik yang beriman, toleran, serta bangga terhadap warisan budaya Manggarai.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....