Situasi Adonara Timur Berangsur Kondusif, Pengamanan Diperketat

  • 20 Jul 2026 07:53 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Flores Timur - Situasi keamanan di perbatasan Dusun Bele, Desa Waiburak, dan Dusun Lewonara, Desa Narasaosina, Kecamatan Adonara Timur, Flores Timur, berangsur kondusif. Personel Polres Flores Timur bersama TNI, pemerintah daerah, tokoh adat, dan tokoh masyarakat masih bersiaga menjaga stabilitas keamanan pasca perselisihan antarwarga.

Hingga Sabtu 18 Juli 2026, pukul 19.30 Wita, aparat gabungan terus melaksanakan pengamanan pada sejumlah titik strategis. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah munculnya kembali potensi perselisihan yang dapat mengganggu keamanan masyarakat setempat.

Kapolres Flores Timur AKBP Adhitya Octorio Putra melalui Kasi Humas AKP Eliezer A. Kalelado mengatakan pengamanan tetap diperkuat setelah proses evakuasi korban selesai dilaksanakan. Personel gabungan juga disiagakan di kawasan perbatasan kedua dusun sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan konflik susulan.

Menurut AKP Eliezer, masyarakat di kedua dusun masih memilih berjaga di lingkungan masing-masing sebagai bentuk kewaspadaan. Meski demikian, situasi secara umum dapat dikendalikan melalui pengamanan terpadu, patroli dialogis, dan deteksi dini secara berkelanjutan.

"Kepolisian bersama TNI juga mengedepankan pendekatan kemanusiaan dalam setiap tahapan penanganan pascakonflik tersebut. Pendekatan itu diwujudkan melalui bantuan evakuasi korban, pengamanan wilayah, serta komunikasi intensif dengan para tokoh masyarakat." ucapnya.

AKP Eliezer mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga ketenangan dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Menurutnya, penyebaran informasi yang tidak benar berpotensi memperkeruh situasi dan menghambat proses pemulihan keamanan di wilayah tersebut.

Selain fokus pada pengamanan, aparat juga memperkuat koordinasi bersama pemerintah daerah dan berbagai elemen masyarakat. Tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta pemerintah desa dilibatkan dalam membangun komunikasi demi menciptakan suasana yang lebih kondusif.

Patroli rutin terus dilakukan personel gabungan untuk memastikan aktivitas masyarakat dapat kembali berlangsung secara normal. Monitoring wilayah juga ditingkatkan guna mendeteksi sejak dini setiap potensi gangguan keamanan yang mungkin muncul.

Kegiatan penggalangan terhadap seluruh unsur masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya menjaga stabilitas keamanan jangka panjang. Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap proses penyelesaian yang sedang berlangsung.

Data sementara menunjukkan perselisihan antar warga mengakibatkan tiga orang meninggal dunia dan lima orang mengalami luka ringan. Selain korban jiwa, sebanyak 20 unit rumah dilaporkan terbakar akibat peristiwa tersebut.

Pendataan terhadap korban maupun kerugian material masih terus dilakukan oleh aparat sesuai perkembangan kondisi di lapangan. Kepolisian memastikan seluruh informasi akan diperbarui setelah proses verifikasi selesai dilaksanakan bersama instansi terkait.

Polres Flores Timur menegaskan penanganan situasi dilakukan secara terpadu bersama TNI dan pemerintah daerah. Sinergi tersebut diarahkan untuk memulihkan rasa aman sekaligus mencegah terjadinya eskalasi konflik di tengah masyarakat.

Masyarakat diimbau menyerahkan sepenuhnya penanganan peristiwa kepada aparat keamanan yang bertugas di lapangan. Warga juga diminta menghindari tindakan maupun penyebaran informasi yang berpotensi memicu ketegangan baru di wilayah tersebut.

Kepolisian berharap seluruh elemen masyarakat terus menjaga persaudaraan serta mengedepankan penyelesaian secara damai melalui dialog. Dengan dukungan semua pihak, situasi keamanan di Adonara Timur diharapkan segera pulih sehingga aktivitas masyarakat kembali berjalan normal.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....