BPS NTT: Nilai Tukar Petani Naik Jadi 100,02 Poin pada Juni 2026
- 19 Jul 2026 20:13 WIB
- Ende
Poin Utama
- Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Timur mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) pada Juni 2026 sebesar 100,02 poin.
- Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi NTT, Putu Dita Pickuana, mengatakan kenaikan NTP dipengaruhi meningkatnya harga sejumlah komoditas pertanian.
- Menurutnya, data NTP dapat menjadi dasar bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan pembangunan sektor pertanian di NTT.
RRI.CO.ID, Ende – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) pada Juni 2026 mencapai 100,02 poin, meningkat 0,15 persen dibandingkan Mei 2026 yang berada pada level 99,86 poin. Kenaikan tersebut menunjukkan adanya perbaikan daya tukar petani terhadap barang konsumsi dan biaya produksi.
Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi NTT, Putu Dita Pickuana, mengatakan peningkatan NTP dipengaruhi naiknya harga sejumlah komoditas pertanian.
"NTP Juni 2026 naik menjadi 100,02 poin. Kenaikan ini terutama didorong komoditas kemiri, kakao, kelapa, jagung, dan ayam ras pedaging," katanya saat diwawancarai Pro 1 RRI Ende, Kamis, 16 Juli 2026.
Putu menjelaskan, Nilai Tukar Petani merupakan perbandingan antara indeks harga yang diterima petani dari hasil penjualan komoditas pertanian dengan indeks harga yang dibayar petani untuk kebutuhan konsumsi rumah tangga dan biaya produksi. Indikator tersebut digunakan untuk menggambarkan tingkat daya beli serta kemampuan ekonomi petani.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa NTP bukan satu-satunya indikator yang menggambarkan tingkat kesejahteraan petani. Menurutnya, kesejahteraan juga dipengaruhi berbagai faktor lain, seperti akses terhadap pendidikan, layanan kesehatan, kondisi perumahan, serta kualitas hidup secara keseluruhan.
Putu menambahkan, data NTP menjadi salah satu acuan penting bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan pembangunan sektor pertanian. Melalui indikator tersebut, pemerintah dapat memantau perkembangan kesejahteraan petani sekaligus menyusun strategi untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan masyarakat di sektor pertanian.
BPS Provinsi NTT berharap tren positif Nilai Tukar Petani dapat terus dipertahankan melalui dukungan kebijakan yang berpihak kepada petani, peningkatan produktivitas komoditas unggulan, serta stabilitas harga hasil pertanian di pasar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....