Petani di Talibura Tewas Diduga Diserang Babi Hutan saat Berburu

  • 16 Jul 2026 13:07 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Sikka – Seorang petani berinisial MB (50) ditemukan meninggal dunia dengan sejumlah luka serius pada Rabu 15 Juli 2026. Korban ditemukan sekitar pukul 11.00 Wita setelah sebelumnya pergi berburu seorang diri.

Tim Identifikasi (INAFIS) Polres Sikka dalam siaran persnya menjelaskan, dugaan sementara korban meninggal akibat digigit babi hutan. Korban ditemukan sudah tidak bernyawa di antara pepohonan kebun mete dengan sejumlah luka pada tubuhnya.

Korban diketahui merupakan warga Dusun Likong Gete, Desa Likong Gete, Kecamatan Talibura. Berdasarkan keterangan keluarga, korban berangkat menuju kebun sekitar pukul 07.00 Wita setelah mendengar gonggongan anjing peliharaannya yang diduga sedang mengejar babi hutan.

Sebelum berangkat, korban sempat menikmati kopi bersama adiknya di rumah. Ia kemudian membawa perlengkapan berburu berupa parang, tombak, dan senapan angin menuju lokasi yang berjarak sekitar 500 meter dari rumah.

Hingga menjelang siang korban tak kunjung pulang sehingga adiknya memutuskan menyusul ke kebun. Dalam perjalanan, ia bertemu anjing milik korban yang kemudian mengarahkannya ke lokasi tempat korban tergeletak.

Saksi yang panik segera kembali ke rumah untuk memberitahukan keluarga dan warga sekitar. Laporan kejadian kemudian diterima Polsek Waigete yang langsung mendatangi lokasi bersama personel terkait.

Polisi mengamankan tempat kejadian perkara, mengumpulkan keterangan saksi, serta berkoordinasi dengan tenaga medis Puskesmas Watubaing untuk penanganan lebih lanjut. Tim Identifikasi (INAFIS) Polres Sikka turut melakukan olah tempat kejadian perkara yang dipimpin Kasubsektor Nebe AIPTU Sadryanto bersama Kaur Identifikasi Polres Sikka AIPDA Kristoforus Suri.

Sementara itu, pemeriksaan luar terhadap jenazah dilakukan dokter Puskesmas Watubaing, Servasius Suwaldus Situ, didampingi tenaga perawat. Hasil pemeriksaan medis menemukan sejumlah luka gigitan pada tubuh korban yang diduga berasal dari serangan babi hutan. Temuan tersebut menguatkan dugaan bahwa korban meninggal saat berburu seorang diri di kawasan perkebunan yang menjadi habitat satwa liar.

Saat petugas tiba, jenazah korban telah dievakuasi keluarga ke rumah duka di Dusun Wailamung. Meski demikian, polisi tetap melaksanakan seluruh prosedur penyelidikan, termasuk olah TKP, pendataan saksi, dokumentasi, dan pemeriksaan medis.

Pihak keluarga menyatakan menolak dilakukan autopsi dan menyampaikan pernyataan resmi menerima peristiwa tersebut sebagai musibah. Jenazah korban selanjutnya disemayamkan di rumah duka sebelum dimakamkan sesuai prosesi adat dan keagamaan keluarga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....