SMKN 1 Ende Terapkan Dispensasi Biaya Sekolah untuk Cegah Putus Sekolah

  • 15 Jul 2026 17:31 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – SMKN 1 Ende menerapkan kebijakan khusus dalam pembiayaan pendidikan untuk mencegah peserta didik putus sekolah akibat kendala ekonomi. Kebijakan tersebut diberikan melalui sistem subsidi silang dan dispensasi bagi keluarga yang kurang mampu.

Kepala SMKN 1 Ende, Albertus Jao Ndu, mengatakan sekolah berkomitmen memastikan seluruh peserta didik tetap dapat mengenyam pendidikan tanpa terkendala biaya. Menurutnya, faktor ekonomi tidak boleh menjadi alasan anak berhenti bersekolah.

Albertus menjelaskan, besaran Iuran Penyelenggaraan Pendidikan (IPP) di SMKN 1 Ende saat ini ditetapkan sebesar Rp1,2 juta. Namun, sekolah memberikan keringanan kepada keluarga yang memiliki lebih dari satu anak bersekolah di SMKN 1 Ende.

"Bagi orang tua yang memiliki anak kandung yang sama-sama bersekolah di sini, kami berlakukan kebijakan satu orang bayar, satunya bebas. Bahkan untuk keluarga yang benar-benar tidak mampu, kami bebaskan sepenuhnya karena sudah dibantu oleh dana BOS," ujarnya kepada RRI Rabu 15 Juli 2026.

Selain memberikan dispensasi biaya, pihak sekolah juga melakukan pendekatan secara langsung kepada keluarga peserta didik. Langkah tersebut dilakukan untuk mengetahui kondisi ekonomi siswa sekaligus memastikan mereka tetap memperoleh hak atas pendidikan.

Albertus mengatakan guru dan pihak sekolah tidak hanya menunggu laporan dari orang tua. Mereka juga melakukan kunjungan ke rumah siswa untuk mendengar langsung berbagai persoalan yang dihadapi keluarga.

Menurutnya, pendekatan tersebut menjadi bagian dari komitmen sekolah dalam menghadirkan layanan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan. Dengan cara itu, setiap peserta didik memiliki kesempatan yang sama untuk menyelesaikan pendidikan.

SMKN 1 Ende berharap kebijakan keringanan biaya dapat membantu meringankan beban orang tua sekaligus menekan angka putus sekolah. Sekolah juga berkomitmen terus membuka ruang komunikasi dengan masyarakat agar tidak ada siswa yang kehilangan kesempatan belajar karena faktor ekonomi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....