Erupsi Lewotobi Rusak Pertanian, Warga Talibura Beralih Mata Pencaharian

  • 12 Jul 2026 16:02 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Sikka – Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang terus berulang membawa dampak hingga wilayah Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka. Abu vulkanik yang menyelimuti lahan pertanian menyebabkan berbagai tanaman perkebunan warga mengalami kerusakan dan gagal dipanen.

Di Desa Hikong, tanaman jambu mete menjadi salah satu komoditas yang paling terdampak akibat paparan abu vulkanik. Bunga hingga buah jambu mete mengering sehingga hasil panen yang biasanya menjadi sumber pendapatan masyarakat kini tidak lagi dapat diharapkan.

Tidak hanya jambu mete, tanaman kelapa, kemiri, dan kakao juga mengalami kondisi serupa. Sebagian besar tanaman tidak berbuah bahkan menunjukkan gejala mengering setelah berulang kali terkena debu vulkanik dari aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki.

Lazarus, warga Desa Hikong, mengatakan kerusakan tanaman terjadi sejak debu vulkanik mulai menutupi kebun milik warga. Menurutnya, bunga jambu mete mati sebelum berkembang menjadi buah sehingga hampir seluruh tanaman mengalami gagal panen.

"Kondisi kerusakan tanaman mente ini karena debu vulkanik ini, bunganya sudah hancur, karena debu erupsi ini jadi semua tanaman di sini habis, terutama mente, kering semua, tidak berbuah, bunganya sudah mati," ujar Lazarus, Sabtu 11 Juli 2026. Ia berharap ada perhatian dari pemerintah untuk membantu masyarakat yang kehilangan sumber penghasilan akibat bencana tersebut.

Menurunnya hasil pertanian memaksa sebagian warga mencari alternatif mata pencaharian demi memenuhi kebutuhan keluarga. Sejumlah warga memilih membuka kios sembako maupun warung kecil di sepanjang Jalan Trans Flores sebagai sumber pendapatan baru sekaligus membiayai kebutuhan pendidikan anak-anak mereka.

Di sisi lain, tidak sedikit warga yang memutuskan merantau ke Kalimantan untuk mencari pekerjaan. Minimnya lapangan kerja di Kabupaten Sikka ditambah rusaknya sektor pertanian membuat pilihan tersebut dinilai menjadi jalan keluar sementara untuk menopang ekonomi keluarga.

Masyarakat berharap kondisi erupsi segera mereda sehingga aktivitas pertanian dapat kembali berjalan normal. Mereka juga menginginkan adanya langkah penanganan dan dukungan dari pemerintah agar dampak ekonomi yang ditimbulkan tidak semakin membebani kehidupan warga di Kecamatan Talibura.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....