Tarian Tana Mbate Meriahkan Launching Festival Golo Curu 2026 di Natas Labar
- 10 Jul 2026 23:01 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai – Tarian Tana Mbate menjadi salah satu penampilan yang memeriahkan launching Festival Golo Curu 2026 di Natas Labar Motang Rua, Ruteng, Kamis, 9 Juli 2026. Tarian tersebut dibawakan oleh 36 penari dari Sanggar Wela Songke SMAK Setia Bakti Ruteng.
Koreografer Irna Aburman, menjelaskan bahwa tarian ini mengangkat nilai-nilai ekologi, iman, dan peziarahan yang dipadukan dengan unsur tradisi serta inkulturasi liturgi. Irna memgakui, setiap gerakan dalam tarian menggambarkan perjalanan manusia dalam merawat alam, menumbuhkan harapan, serta memperkuat iman sebagai bagian dari kehidupan masyarakat Manggarai.
"Maknanya di dalamnya kan ada ekologi, ada peziarah, ada iman juga. Tarian ini tarian berpola tradisi dia punya liturgisnya juga ada dia punya inkulturasi," ujar Irna
Ia menambahkan, Tarian Tana Mbate mengisahkan wela kopi atau bunga kopi sebagai simbol ekologi dan ajakan untuk merawat bumi. "Tarian ini bercerita bagaimana tentang wela-wela kopi itu sebagai makna ekologi merawat bumi," katanya.
Simbol tersebut dipadukan dengan nilai pengharapan yang diwujudkan melalui penggunaan properti berwarna putih, sementara buah kopi dimaknai sebagai harapan. "Wela kopi itu adalah suatu buah dan buah itu adalah harapan," ungkapnya.
Selain mengangkat pesan pelestarian lingkungan, tarian ini juga terinspirasi dari kisah Golo Curu yang sarat dengan nilai religius dan budaya. Melalui perpaduan gerak, musik, dan simbol-simbol budaya Manggarai, Tarian Tana Mbate ini menghadirkan pesan tentang pentingnya menjaga alam, memperkuat iman serta merawat harapan bagi generasi mendatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....