Pemkab Manggarai Timur Perkuat Sinergi Percepat Penurunan Stunting
- 09 Jul 2026 15:24 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai Timur - Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur menggelar rapat koordinasi lintas sektor bersama Tim Percepatan Penurunan Stunting sebagai penguatan kolaborasi antar lembaga. Kegiatan berlangsung di ruang rapat Kantor Bupati Lehong, Borong, Selasa 7 Juli 2026, dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan terkait.
Rapat koordinasi dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Manggarai Timur, Tarsisius Sjukur, yang menekankan pentingnya percepatan penanganan stunting secara berkelanjutan. Menurutnya, persoalan stunting menjadi tantangan pembangunan manusia karena berdampak langsung terhadap kualitas generasi masa depan dan daya saing daerah.
Ia mengatakan penanganan stunting tidak dapat dilakukan secara parsial karena membutuhkan keterlibatan seluruh perangkat daerah serta berbagai pemangku kepentingan. Pendekatan konvergensi, terintegrasi, dan berkesinambungan menjadi landasan utama agar seluruh intervensi berjalan efektif hingga tingkat desa dan kelurahan.
Wakil Bupati menjelaskan rapat koordinasi bertujuan menyamakan persepsi seluruh peserta sekaligus mengevaluasi capaian program penurunan stunting selama beberapa tahun terakhir. Forum tersebut juga diharapkan menghasilkan langkah strategis yang lebih terarah agar intervensi spesifik menjangkau seluruh sasaran prioritas secara optimal.
Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur mencatat adanya tren penurunan prevalensi stunting berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia atau SSGI dalam beberapa tahun terakhir. Angka prevalensi menurun sebesar 4,1 persen, dari 42,9 persen pada 2021 menjadi 38,8 persen pada tahun 2024.
Selain SSGI, penurunan prevalensi juga terlihat berdasarkan data Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat atau EPPGBM yang terus diperbarui. Data tersebut menunjukkan prevalensi stunting turun sebesar 5,3 persen, dari 13,7 persen tahun 2021 menjadi 8,4 persen tahun 2025.
Menurut Tarsisius Sjukur, capaian tersebut merepresentasikan sebanyak 1.759 balita stunting yang tersebar pada 176 desa dan kelurahan di wilayah Manggarai Timur. Data tersebut menjadi dasar pemerintah daerah menyusun kebijakan dan menentukan sasaran intervensi secara lebih terukur serta berkelanjutan.
"Meski menunjukkan penurunan, pemerintah daerah masih mencermati sejumlah wilayah dengan angka prevalensi stunting yang relatif lebih tinggi dibandingkan kecamatan lainnya. Kecamatan Rana Mese dan Kecamatan Elar Selatan tercatat memiliki prevalensi stunting di atas angka 13 persen hingga pertengahan tahun." ujarnya.
Selain dua kecamatan tersebut, pemerintah daerah juga menetapkan sebanyak 95 desa dan kelurahan sebagai lokus prioritas percepatan penurunan stunting secara terpadu. Penetapan lokasi prioritas dilakukan berdasarkan kondisi lapangan, sebaran kasus, serta kebutuhan intervensi spesifik dan sensitif secara berkelanjutan.
Dalam arahannya, Wakil Bupati meminta seluruh anggota tim memperkuat koordinasi lintas sektor agar pelaksanaan program tidak berjalan sendiri-sendiri di lapangan. Sinergi antarlembaga dinilai menjadi kunci mempercepat penurunan angka stunting melalui pelaksanaan program yang saling melengkapi dan terintegrasi.
Ia juga menekankan pentingnya optimalisasi intervensi spesifik maupun intervensi sensitif yang menyasar kelompok sasaran sesuai kebutuhan masing-masing wilayah. Langkah tersebut diharapkan mampu mempercepat perbaikan status gizi balita sekaligus mencegah munculnya kasus stunting baru secara berkelanjutan.
"Perhatian terhadap kualitas data juga menjadi salah satu fokus utama pemerintah daerah dalam mendukung pengambilan keputusan berbasis kondisi lapangan yang akurat. Validitas data hingga tingkat desa dan kelurahan dinilai menentukan ketepatan sasaran setiap program penanganan stunting yang dijalankan." ungkap Wakil Bupati Matim.
Melalui rapat koordinasi lintas sektor tersebut, pemerintah daerah berharap seluruh perangkat dan pemangku kepentingan memiliki komitmen yang sama dalam percepatan penanganan stunting. Kolaborasi yang semakin kuat diharapkan mampu menjaga tren penurunan prevalensi sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan anak-anak di Manggarai Timur.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....