Paguyuban Arema Perkuat Toleransi dan Kebersamaan di Manggarai Raya
- 08 Jul 2026 19:47 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai Barat - Paguyuban Arema (Arek Malang dan Jawa Timur) terus memperkuat semangat toleransi, kebersamaan, serta kolaborasi dengan masyarakat lokal di wilayah Manggarai Raya (Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur) melalui berbagai kegiatan sosial, budaya, dan pemberdayaan ekonomi.
Hal itu disampaikan Penasihat Paguyuban Arema, Sunardi, dalam program Komunitas Bicara yang disiarkan RRI Stasiun Produksi Labuan Bajo, Selasa 7 Juli 2026.
Sunardi mengatakan, paguyuban bermula dari pertemuan sederhana para perantau asal Jawa Timur pada 2010. Saat itu, mereka rutin menggelar doa bersama dan arisan sebagai wadah mempererat silaturahmi serta saling membantu di tanah rantau. Sejak 2015, komunitas tersebut semakin aktif setelah dilibatkan dalam berbagai kegiatan pemerintah daerah, termasuk karnaval pembangunan.
Menurutnya, Paguyuban Arema tidak hanya beranggotakan warga asal Malang, tetapi juga berasal dari berbagai daerah di Pulau Jawa, termasuk Jawa Tengah, Jawa Barat, dan sejumlah kabupaten di Jawa Timur.
“Walaupun namanya Arema, anggota kami bukan hanya dari Malang. Ada yang berasal dari Jawa Tengah, Jawa Barat, hingga berbagai kabupaten di Jawa Timur. Yang terpenting adalah semangat kebersamaan dan saling mendukung di tanah rantau,” kata Sunardi.
Dirinya juga menyampaikan, keberagaman latar belakang anggota tidak menjadi penghalang untuk membangun hubungan harmonis dengan masyarakat Manggarai. Paguyuban juga melibatkan tokoh masyarakat lokal sebagai bagian dari dewan penasihat.
Selain itu, Sunardi mengatakan, seluruh anggota berkomitmen menghormati adat istiadat setempat dengan mengikuti tata cara yang berlaku setiap menghadiri kegiatan adat maupun berkunjung ke kampung adat di Manggarai.
Semangat toleransi juga tercermin dari kehidupan internal paguyuban yang dihuni anggota lintas agama. Mereka saling mendukung dalam berbagai kegiatan keagamaan, mulai dari pembagian takjil saat Ramadan hingga membantu persiapan perayaan Natal.
Selain aktif menjaga kerukunan, Paguyuban Arema juga terlibat dalam berbagai aksi sosial, seperti penyaluran bantuan bagi korban bencana angin puting beliung, kebakaran, maupun erupsi Gunung Lewotobi.
Di bidang ekonomi, banyak anggota paguyuban mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), terutama di sektor kuliner dan jasa. Usaha tersebut turut membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat lokal di Manggarai Raya.
“Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Karena itu, setiap berada di Manggarai kami menghormati adat dan budaya setempat. Perbedaan bukan untuk dipertentangkan, tetapi menjadi kekuatan untuk hidup rukun dan membangun bersama,” ucap Sunardi.
Pihaknya berharap generasi muda perantau tidak hanya mengejar keberhasilan ekonomi, tetapi juga menjaga adab, menghormati budaya lokal, serta berkontribusi bagi masyarakat di daerah tempat mereka tinggal. Dengan demikian, keberagaman dapat terus menjadi modal dalam menciptakan kehidupan yang damai dan inklusif di Manggarai Raya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....