Temu OMK Wulandoni Diharapkan Perkuat Karakter Generasi Muda Katolik

  • 08 Jul 2026 17:46 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Lembata – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lembata mendukung penyelenggaraan Temu Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Santo Yohanes Paulus II Wulandoni Tahun 2026 sebagai upaya memperkuat pembinaan generasi muda Katolik. Dukungan tersebut diwujudkan melalui pemberian bantuan kepada panitia pelaksana menjelang kegiatan yang berlangsung pada 7–12 Juli 2026.

Bantuan diserahkan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lembata, Jamaludin Malik, kepada Ketua Panitia Temu OMK, Petrus Labi Waleng, di ruang kerja Kepala Kantor, Selasa 7 Juli 2026. Penyerahan bantuan turut disaksikan Kepala Seksi Urusan Agama Katolik Damianus Masan Sabon beserta jajaran.

Temu OMK akan digelar di Stasi Santa Elisabet Lewuka, Kecamatan Wulandoni. Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi kaum muda Katolik untuk mengembangkan potensi, memperkuat karakter, menumbuhkan jiwa kepemimpinan, serta membangun semangat berorganisasi yang berlandaskan nilai-nilai iman.

"Kami berharap bantuan ini, meskipun tidak seberapa, dapat membantu kelancaran pelaksanaan Temu OMK. Lebih dari itu, kegiatan ini hendaknya menjadi sarana pembinaan iman, pembentukan karakter, dan penguatan semangat persaudaraan di kalangan OMK ," kata Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lembata, Jamaludin Malik.

Selain memberikan bantuan, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lembata juga mengutus delapan Penyuluh Agama Katolik sebagai dewan juri. Mereka akan bertugas pada cabang Kuis Kitab Suci, Membaca Kitab Suci, Membawakan Mazmur, dan Paduan Suara antar Orang Muda Katolik se-Paroki Wulandoni.

Jamaludin mengatakan penyuluh agama memiliki peran penting dalam mendampingi umat, khususnya generasi muda. Menurutnya, penyuluh tidak hanya menjalankan tugas penyuluhan, tetapi juga menjadi pendidik, pendamping, dan teladan dalam kehidupan beragama maupun bermasyarakat.

Melalui Temu OMK, Kementerian Agama Kabupaten Lembata berharap lahir generasi muda Katolik yang beriman, berkarakter, dan memiliki semangat kepemimpinan. Kegiatan tersebut juga diharapkan memperkuat nilai persaudaraan, toleransi, dan moderasi beragama sebagai bekal membangun kehidupan bermasyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....