Kemenag Ende Latih ODGJ Membuat Kemoceng untuk Tingkatkan Kemandirian

  • 08 Jul 2026 17:54 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende– Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) binaan Yayasan Pelayanan Kasih Bunda di Kabupaten Ende mendapat pelatihan membuat kemoceng berbahan tali rafia dari Kelompok Kerja Penyuluh Agama Katolik (Pokjaluh) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ende, Selasa 7 Juli 2026. KEndeegiatan ini menjadi upaya membekali peserta dengan keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi sumber penghasilan.

Pelatihan berlangsung di Yayasan Pelayanan Kasih Bunda, Jalan W.Z. Yohanes, Ende, dengan melibatkan para penyuluh agama Katolik sebagai pendamping. Peserta diajarkan cara merangkai tali rafia hingga menjadi kemoceng yang memiliki nilai guna dan nilai jual.

Selama proses pelatihan, para peserta mengikuti setiap tahapan pembuatan kemoceng secara bertahap, mulai dari menyiapkan bahan, mengikat tali rafia, hingga membentuk produk yang siap digunakan. Pendampingan dilakukan dengan pendekatan yang sederhana agar mudah dipahami oleh seluruh peserta.

Program ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan keterampilan, tetapi juga menjadi bagian dari proses pemberdayaan sosial bagi ODGJ. Melalui aktivitas produktif, peserta diharapkan memiliki rasa percaya diri, semangat berkarya, serta peluang untuk hidup lebih mandiri di tengah masyarakat.

Kegiatan tersebut merupakan implementasi komitmen Kementerian Agama dalam menjalankan Asta Protas melalui pemberdayaan ekonomi umat yang inklusif. Penyuluh agama didorong untuk menghadirkan pelayanan yang tidak hanya menyentuh aspek spiritual, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Pendampingan berbasis keterampilan seperti ini juga menjadi bentuk kepedulian terhadap kelompok rentan agar memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, berkarya, dan mengembangkan potensi yang dimiliki. Produk yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi bekal keterampilan produktif sekaligus membuka peluang ekonomi bagi peserta.

Kementerian Agama Kabupaten Ende berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan melalui kolaborasi dengan berbagai lembaga sosial. Dengan demikian, pemberdayaan ODGJ tidak hanya berfokus pada proses pemulihan, tetapi juga mampu menghadirkan harapan baru melalui keterampilan yang bernilai ekonomi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....