Pedagang Musiman Serbu Pasar Ende jelang Tahun Ajaran

  • 07 Jul 2026 19:29 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Menjelang tahun ajaran baru 2026/2027, pedagang musiman perlengkapan sekolah mulai bermunculan di pasar dan pusat pertokoan dalam Kota Ende. Mereka menawarkan beragam kebutuhan belajar, mulai dari buku tulis, pulpen, pensil, hingga crayon, yang diburu orang tua karena harganya dinilai lebih terjangkau.

Fenomena pedagang musiman ini kembali menjadi pemandangan tahunan saat masa libur kenaikan kelas dan penerimaan siswa baru. Lapak-lapak sederhana tampak berjejer di sejumlah titik perdagangan, memanfaatkan momentum meningkatnya kebutuhan perlengkapan sekolah anak.

Meski aktivitas jual beli mulai bergerak, sebagian pedagang mengaku pekan ini belum menjadi puncak keramaian. Mereka memperkirakan lonjakan pembeli baru akan terjadi sepekan sebelum hari pertama masuk sekolah.

Salah seorang pedagang musiman di Mbongawani, Abdul Syukur, mengatakan pembeli saat ini masih datang dalam jumlah terbatas. Namun ia optimistis kondisi akan berubah pada pekan depan ketika para orang tua mulai menyiapkan seluruh kebutuhan sekolah anak.

“Sekarang belum terlalu ramai, tetapi biasanya satu minggu sebelum masuk sekolah pasti ramai. Orang tua datang cari harga yang lebih murah untuk kebutuhan anak-anak,” kata Abdul Syukur saat ditemui di lapaknya, Selasa 7 Juli 2026.

Abdul menjelaskan barang dagangannya meliputi berbagai jenis buku tulis, pulpen, pensil, dan crayon yang dibutuhkan siswa dari berbagai jenjang pendidikan. Sistem penjualan yang ia jalankan juga cukup fleksibel, karena sebagian barang diambil dari toko dan baru dibayarkan setelah laku terjual.

Menurut Abdul, omzet harian saat ini bisa mencapai sekitar Rp1 juta, meski angka itu belum setinggi periode puncak pada tahun-tahun sebelumnya. Hasil penjualan tersebut menjadi penopang kebutuhan rumah tangga sekaligus biaya pendidikan anak-anaknya.

Pedagang musiman lainnya, Acan Parera, mengaku telah menjalani usaha serupa selama kurang lebih 15 tahun. Di luar musim penjualan perlengkapan sekolah, ia sehari-hari bekerja sebagai penjual buah di kawasan Simpang Lima, Kota Ende.

Acan menuturkan puncak penjualan perlengkapan sekolah diperkirakan terjadi pada 12 hingga 13 Juli 2026, bertepatan dengan waktu orang tua menuntaskan belanja anak. Jika pengunjung ramai, omzet yang diperoleh bisa mencapai Rp2 juta hingga Rp3 juta per hari.

Ia menambahkan pembeli yang datang tidak hanya berasal dari Kabupaten Ende, tetapi juga dari luar daerah seperti Mbay dan Boawae di Kabupaten Nagekeo. Untuk menarik minat pembeli, pedagang biasanya memberikan potongan harga, bahkan bonus buku tulis atau perlengkapan sekolah lain bagi pelanggan yang berbelanja dalam jumlah besar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....