Jangan Biarkan Berhala Modern Menguasai Hatimu
- 08 Jul 2026 17:42 WIB
- Ende
Poin Utama
- Berhala modern tidak lagi berupa patung tetapi hadir dalam bentuk uang, jabatan, kekuasaan, teknologi, media sosial, dan gaya hidup berlebihan yang ditempatkan lebih tinggi daripada Tuhan.
- Silvester Taji mengingatkan bahwa hati manusia diciptakan untuk mengasihi Tuhan, namun ketika perhatian dan waktu lebih banyak diarahkan pada hal duniawi, seseorang telah menjadikan hal tersebut sebagai berhala modern.
- Membangun relasi dekat dengan Tuhan dapat dilakukan melalui doa setiap hari, membaca Kitab Suci, mengikuti perayaan Ekaristi, serta menghidupi kasih dalam keluarga dan lingkungan masyarakat.
RRI.CO.ID,Ende – Program Mutiara Pagi Agama Katolik yang disiarkan pada Selasa,7 Juli 2026 menghadirkan Penyuluh Agama Katolik Kementerian Agama Kabupaten Ende, Silvester Taji,S.Ag, dengan mengangkat tema "Jangan Biarkan Berhala Modern Menguasai Hatimu".
Dalam renungannya, Silvester Taji mengajak umat untuk menyadari bahwa di era modern, bentuk penyembahan berhala tidak lagi selalu berupa patung atau benda-benda tertentu. Berhala masa kini dapat hadir dalam berbagai bentuk, seperti uang, jabatan, kekuasaan, teknologi, media sosial, popularitas, hingga gaya hidup yang berlebihan apabila semuanya ditempatkan lebih tinggi daripada Tuhan.
Menurutnya, hati manusia diciptakan untuk mengasihi Tuhan. Namun, ketika perhatian, waktu, dan seluruh hidup lebih banyak diarahkan kepada hal-hal duniawi dibandingkan kepada Tuhan, maka tanpa disadari seseorang telah menjadikan hal tersebut sebagai "berhala modern".
"Berhala modern sering kali tidak tampak secara fisik, tetapi menguasai pikiran, hati, dan keputusan hidup seseorang. Ketika segala sesuatu lebih diprioritaskan daripada Tuhan, saat itulah iman mulai melemah," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa Sabda Tuhan mengingatkan umat agar tidak memiliki allah lain di hadapan-Nya. Perintah tersebut tetap relevan hingga saat ini karena tantangan hidup semakin kompleks dengan perkembangan zaman yang begitu cepat.
Silvester juga mengajak umat untuk melakukan refleksi diri. Kesibukan pekerjaan, pencarian materi, penggunaan teknologi, maupun keinginan memperoleh pengakuan dari orang lain hendaknya tidak menjauhkan seseorang dari kehidupan doa, ibadah, serta kepedulian terhadap sesama.
Menurutnya, kehidupan rohani yang terpelihara akan membantu umat memiliki kebijaksanaan dalam menggunakan berbagai kemajuan teknologi dan menikmati berkat Tuhan secara bertanggung jawab tanpa diperbudak oleh hal-hal duniawi.
Melalui siaran Mutiara Pagi Agama Katolik, ia mengingatkan bahwa membangun relasi yang dekat dengan Tuhan dapat dilakukan melalui doa setiap hari, membaca Kitab Suci, mengikuti perayaan Ekaristi, serta menghidupi kasih dalam keluarga dan lingkungan masyarakat.
Di akhir renungannya, Silvester Taji mengajak seluruh umat Katolik untuk menjadikan Tuhan sebagai pusat kehidupan. Dengan demikian, berbagai bentuk berhala modern tidak akan menguasai hati, melainkan menjadi sarana untuk semakin memuliakan Tuhan dan melayani sesama.
Program Mutiara Pagi Agama Katolik diharapkan terus menjadi media pewartaan yang memberikan inspirasi dan penguatan iman bagi masyarakat, sehingga nilai-nilai Kristiani semakin diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....