PHC Evakuasi Ibu Hamil Darurat dari Pulau Komodo ke Labuan Bajo

  • 06 Jul 2026 19:52 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Barat - Padar Heritage Conservation (PHC) kembali mengevakuasi seorang ibu hamil dalam kondisi darurat dari Pulau Komodo menuju RSUD Komodo, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin 6 Juli 2026.

Evakuasi dilakukan atas permintaan tenaga medis Puskesmas Komodo setelah pasien bernama Dian Lestari didiagnosis mengalami primigravida dengan kala II persalinan memanjang yang memerlukan penanganan medis lanjutan.

Humas PHC, Yoanna Daely, mengatakan pihaknya menerima laporan darurat dari dr. Andreas pada pukul 15.08 WITA. Berdasarkan hasil pemeriksaan, pasien telah mengalami pembukaan lengkap sejak pukul 11.30 WITA, namun proses persalinan belum berlangsung karena pasien mengalami kesulitan mengejan.

Menurut dr. Andreas, kondisi tersebut berisiko terhadap keselamatan janin apabila tidak segera mendapatkan penanganan lebih lanjut, mengingat kepala janin telah berada di panggul.

Menindaklanjuti laporan tersebut, PHC segera mengaktifkan prosedur tanggap darurat. Setelah menyiapkan personel, peralatan, dan armada, speedboat Seariders diberangkatkan dari Pos Padar Utara menuju Pulau Komodo pada pukul 16.20 WITA.

Setelah pasien berhasil dijemput, kapal bertolak menuju Labuan Bajo pada pukul 16.50 WITA dan tiba di pelabuhan pada pukul 17.59 WITA. Selanjutnya, pasien langsung dibawa menggunakan ambulans menuju RSUD Komodo untuk mendapatkan penanganan medis.

Lebih lanjut, Yoanna mengatakan setiap misi evakuasi kemanusiaan mengutamakan kecepatan respons yang tetap memperhatikan aspek keselamatan.

“Begitu menerima laporan dari tenaga kesehatan, tim kami langsung melakukan persiapan secara menyeluruh sebelum armada diberangkatkan. Dalam setiap misi evakuasi, kecepatan memang penting, tetapi kesiapan armada, peralatan, dan personel jauh lebih menentukan agar proses evakuasi dapat berlangsung dengan aman dan lancar sehingga pasien dapat tiba di rumah sakit dalam kondisi terbaik,” ujarnya.

Selain itu, ia menambahkan, proses evakuasi tersebut dapat terlaksana berkat dukungan berbagai pihak, di antaranya KSOP Kelas III Labuan Bajo, Polres Manggarai Barat, tenaga kesehatan Puskesmas Komodo, dan RSUD Komodo.

PHC menilai penanganan kondisi darurat bagi masyarakat yang tinggal di wilayah kepulauan memerlukan koordinasi lintas sektor. Kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, aparat, dan para pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam memastikan layanan kemanusiaan dapat diberikan secara cepat, aman, dan tepat sasaran.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....