Kemenag Mabar Sosialisasikan Pendirian Taman Seminari Bagi Umat Werang

  • 06 Jul 2026 14:01 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Barat – Kantor Kemenag Kab. Manggarai Barat terus memperkuat layanan pendidikan keagamaan melalui pendampingan pendirian Taman Seminari (TS). Komitmen tersebut diwujudkan dengan menggelar Sosialisasi Pendirian Taman Seminari di Paroki Santu Klaus Werang, Kamis, 2 Juli 2026.

Kegiatan ini sebagai langkah untuk memastikan proses pendirian lembaga pendidikan keagamaan Katolik berjalan sesuai regulasi sekaligus memperluas akses pendidikan yang berkualitas bagi anak sejak usia dini. Kegiatan sosialisasi dipimpin Kepala Subbagian Tata Usaha yang juga menjabat Pelaksana Tugas Kepala Seksi Pendidikan Katolik, Karolus L.H. Kejuru.

Dalam kegiatan itu, tim Kementerian Agama memberikan pendampingan mengenai persyaratan administratif, prosedur perizinan, serta regulasi yang harus dipenuhi dalam proses pendirian Taman Seminari. Menurut Karolus, kehadiran pemerintah bertujuan memastikan setiap lembaga pendidikan keagamaan memiliki legalitas yang kuat dan tata kelola yang sesuai ketentuan.

"Kehadiran kami di sini adalah bentuk komitmen negara untuk menjemput bola dan memastikan bahwa niat mulia paroki ini didukung oleh pemenuhan regulasi yang tepat. Kami tidak ingin birokrasi menjadi penghambat, melainkan menjadi jembatan," kata Karolus.

Ia menjelaskan bahwa proses pendirian Taman Seminari mengacu pada Keputusan Menteri Agama Nomor 1533 Tahun 2025 tentang Pedoman Penyelenggaraan Taman Seminarium, yang menjadi dasar dalam verifikasi berkas dan pemenuhan standar teknis sebelum lembaga memperoleh izin operasional. Sementara itu, Pastor Paroki Santu Klaus Werang, Romo Servulus Juanda, menyampaikan apresiasi atas respons cepat Kementerian Agama dalam memenuhi permohonan sosialisasi yang diajukan pihak paroki.

Menurutnya, pendampingan tersebut memberikan kepastian mengenai mekanisme pendirian lembaga yang akan diberi nama Taman Seminari Santu Klaus Werang. Ia berharap seluruh tahapan administrasi dapat berjalan lancar sehingga lembaga tersebut dapat mulai beroperasi pada tahun ajaran baru dan menjadi wadah pembinaan iman serta karakter bagi anak-anak di wilayah paroki.

Melalui kegiatan ini, Kementerian Agama Kabupaten Manggarai Barat berharap seluruh pemangku kepentingan memiliki pemahaman yang sama mengenai mekanisme pendirian Taman Seminari. Sinergi antara Kementerian Agama, pihak paroki, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan mampu mempercepat proses perizinan sekaligus menghadirkan layanan pendidikan keagamaan yang tertib administrasi, berkualitas, akuntabel, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....