OMK Nita Panen Apresiasi di Penghujung NYD III

  • 06 Jul 2026 14:12 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Sikka – Penghujung rangkaian Nusra Youth Day (NYD) III di Keuskupan Maumere meninggalkan kesan mendalam bagi Orang Muda Katolik (OMK) Emaus Nita. Di tengah suasana santai di Pastoran Paroki St. Mikhael Malaikat Agung, Nita, mereka berbincang hangat dengan Ketua Komisi Kepemudaan Regio Bali Nusra, RD. Longginus Bone, Sabtu 4 Juli 2026 sore.

Perjumpaan itu berlangsung di bawah rindang pohon ketapang kencana, dengan bangku kayu sederhana dan suguhan kopi menemani percakapan. Sejumlah imam seperti Romo Kris Lodo dan Romo Matius Jado juga tampak bergabung dalam suasana akrab tersebut.

Ketua OMK Emaus Nita, Edmundus Anu, mengatakan perbincangan bersama RD. Longginus Bone berisi apresiasi dan pesan penguatan bagi umat serta panitia lokal. Menurut dia, Romo Dus Bone menyampaikan terima kasih kepada Pastor Paroki dan seluruh umat Paroki Nita yang telah bersedia menjadi tuan rumah NYD III.

Selain itu, kata Edmundus yang akrab disapa Edmon, apresiasi juga diberikan kepada OMK Emaus Nita sebagai panitia lokal penerimaan peserta dari sembilan keuskupan di Regio Bali Nusra. Pesan yang dititipkan kepada OMK setempat adalah menjaga kekompakan, tetap teguh dalam doa, dan menyiapkan diri menghadapi berbagai tugas pelayanan di masa mendatang.

Edmon menuturkan, sebanyak 837 peserta NYD III menjalani live in di rumah-rumah umat yang tersebar di 17 lingkungan Paroki St. Mikhael Malaikat Agung, Nita. Skema itu menjadi ruang perjumpaan langsung antara peserta dan umat, sekaligus mempererat ikatan persaudaraan lintas keuskupan.

RD. Longginus Bone mengaku takjub dengan sambutan umat Paroki Nita saat rombongan peserta tiba di Maumere. Ia menyebut perjalanan panjang dari Kupang menuju Larantuka terasa terbayar lunas ketika disambut dengan penuh sukacita oleh umat.

“Perjalanan dari Kupang ke Larantuka itu cukup melelahkan, tetapi ketika berjumpa dengan umat Maumere yang menyambut dengan suka cita, seolah-olah semua itu hilang dan sangat menyenangkan,” ujar Romo Dus Bone. Imam yang juga Pastor Paroki Gereja St. Fransiskus Asisi BTN Kolhua Kupang itu menilai sambutan tersebut menjadi energi tersendiri bagi para peserta.

Kemeriahan penyambutan juga tampak dalam penampilan tarian hegong kreasi di halaman Paroki St. Mikhael Malaikat Agung, Nita. Sebanyak 100 remaja cilik menampilkan tarian yang diiringi denting Gong Waning, lalu membentuk koreografi bertuliskan “NYD 3”.

Formasi huruf N dan D dibawakan penari berbaju biru muda, sedangkan huruf Y dan angka 3 dibentuk penari berbaju merah muda. Balutan busana adat, gerak tari yang kompak, dan senyum para penari membuat umat serta warga yang memadati ruas Jalan Hepang–Nita terpukau menyaksikan pertunjukan itu.

Peserta asal Labuan Bajo, Maria Dolorosa Gardena Mamus, mengaku tersentuh melihat sambutan adat yang ditampilkan umat Nita. Menurut dia, NYD bukan hanya ruang perjumpaan iman, tetapi juga kesempatan membangun relasi positif, sehingga ia mengajak kaum muda Katolik yang belum terlibat dalam OMK untuk mulai bergabung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....