Festival Lamaholot 2026 Ditutup, Pariwisata Diharapkan Dongkrak Ekonomi

  • 05 Jul 2026 18:12 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Lembata – Festival Lamaholot 2026 resmi ditutup di Pantai Wulen Luo, Lewoleba, Sabtu, 4 Juli 2026. Pemerintah Kabupaten Lembata berharap festival yang telah tiga tahun berturut-turut masuk dalam program Karisma Event Nusantara (KEN) mampu terus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata.

Penutupan festival dilakukan Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Lembata, Yakobus Andreas Wuwur, mewakili Bupati Lembata. Seremoni berlangsung meriah dengan penampilan tarian daerah, tarian kreasi, serta penarikan undian berhadiah yang disaksikan masyarakat dan wisatawan.

Dalam sambutannya, Jack Wuwur mengatakan Festival Lamaholot yang sejak 2024 masuk dalam agenda Karisma Event Nusantara harus terus menjadi momentum pembangunan daerah. Menurutnya, sektor pariwisata perlu memberikan dampak nyata melalui pertumbuhan ekonomi yang inklusif, pelestarian lingkungan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Festival Lamaholot harus terus menjadi momentum terbaik yang memberi dampak bagi pembangunan Lembata, sekaligus memastikan sektor pariwisata mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, melestarikan lingkungan, dan meningkatkan kesejahteraan sosial," ujarnya.

Ia menambahkan, festival merupakan bagian dari aksi nyata yang mendukung program prioritas Pemerintah Kabupaten Lembata menuju daerah yang maju, mandiri, dan berdaya saing. Melalui tagline "Satu Lamaholot untuk Indonesia dan Dunia", festival diharapkan semakin memperkuat semangat persatuan masyarakat Lamaholot sekaligus memperkenalkan potensi budaya dan wisata Lembata ke tingkat nasional maupun internasional.

Festival Lamaholot 2026 melibatkan pelaku UMKM, pengrajin, penenun, dan pelaku pariwisata lokal serta menghadirkan wisatawan mancanegara. Selain pameran produk UMKM, rangkaian kegiatan juga mencakup kunjungan ke sejumlah desa wisata, seperti Dapur Alam Atakore, Kampung Atawolo di Desa Lusilame, kawasan wisata mangrove di Desa Muruona, serta Kampung Adat Lamagute. Selain itu juga digelar Talkshow Budaya dengan Tema Eksistensi Budaya Lamaholot di Era Digital.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....