BMKG Ingatkan Gelombang Sedang Landa Perairan Nusa Tenggara Timur
- 03 Jul 2026 13:45 WIB
- Ende
Poin Utama
- Gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di sejumlah perairan Nusa Tenggara Timur.
- Cuaca di perairan NTT umumnya diprakirakan cerah hingga cerah berawan dengan angin 10–48 km/jam.
- BMKG mengimbau pelaku aktivitas pelayaran dan masyarakat pesisir untuk meningkatkan kewaspadaan serta memantau perkembangan cuaca sebelum melaut.
RRI.CO.ID, Kupang - Stasiun BMKG Tenau Kupang mengeluarkan prakiraan cuaca maritim untuk wilayah Nusa Tenggara Timur yang berlaku mulai Jumat, 3 Juli 2027 pukul 08.00 WITA hingga Sabtu, 4 Juli 2026 pukul 08.00 WITA. Informasi tersebut disampaikan Prakirawan BMKG Tenau Kupang, M. Caesar Agni Pratama, dalam siaran Info Cuaca Maritim RRI.
M. Caesar Agni Pratama mengatakan masyarakat, khususnya pelaku aktivitas pelayaran, perlu mewaspadai potensi gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter di sejumlah perairan NTT. Kondisi tersebut berisiko terhadap keselamatan perahu nelayan dan kapal tongkang yang beroperasi di wilayah terdampak.
Wilayah yang diprakirakan mengalami gelombang sedang meliputi Selat Sape bagian selatan, Selat Pantar, perairan selatan Flores, perairan selatan Alor-Pantar, Selat Sumba bagian barat, Laut Sawu, Selat Ombai, perairan selatan Sumba, perairan Sawu-Raijua, perairan utara Timor, perairan utara Kupang-Rote, Selat Pukuafu, perairan selatan Timor-Rote, serta perairan Taman Nasional Komodo. BMKG mengimbau pengguna jasa transportasi laut meningkatkan kewaspadaan selama beraktivitas di kawasan tersebut.
Sementara itu, kondisi cuaca di sebagian besar wilayah perairan Nusa Tenggara Timur diprakirakan cerah hingga cerah berawan. Angin bertiup dari arah timur laut hingga tenggara dengan kecepatan berkisar 10 hingga 48 kilometer per jam.
BMKG berharap informasi prakiraan cuaca maritim ini dapat menjadi acuan bagi nelayan, operator pelayaran, dan masyarakat pesisir dalam merencanakan aktivitas di laut. Pemantauan terhadap perkembangan cuaca dan kondisi gelombang juga perlu terus dilakukan guna meminimalkan risiko selama pelayaran.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....