Rektor Unika Ruteng Dukung Pernyataan Moral APTIK tentang Demokrasi, Hukum dan HAM
- 03 Jul 2026 13:16 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai – Rektor Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng, Dr. Agustinus Manfred Habur, menegaskan komitmen perguruan tinggi Katolik untuk terus menjaga nilai-nilai demokrasi, keadilan, supremasi hukum, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia (HAM).
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Pernyataan Sikap Moral Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) tentang Kehidupan Kebangsaan dalam Rapat Jaringan Pimpinan APTIK di Kampus Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Yogyakarta, Senin 29 Juni 2026.
Pernyataan bersama yang ditandatangani para pimpinan perguruan tinggi anggota APTIK itu lahir sebagai bentuk keprihatinan terhadap dinamika kehidupan kebangsaan sekaligus ajakan untuk terus mengedepankan demokrasi, integritas, hak asasi manusia, dan tata kelola negara yang berpihak pada kesejahteraan bersama.
Dalam kesempatan tersebut, Rektor Manfred menegaskan, keterlibatan dirinya dalam penandatanganan pernyataan tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab moral perguruan tinggi Katolik dalam merawat kehidupan berbangsa yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945.
“Penandatanganan ini merupakan wujud tanggung jawab moral perguruan tinggi Katolik dalam menjaga kehidupan berbangsa yang berlandaskan Pancasila, demokrasi, dan penghormatan terhadap martabat manusia,” katanya.
Ia menambahkan, pernyataan tersebut tidak dimaksudkan sebagai sikap politik praktis maupun keberpihakan terhadap kelompok tertentu. Menurutnya, pernyataan moral APTIK menjadi panggilan bersama agar seluruh penyelenggara negara dan masyarakat terus menjunjung tinggi kejujuran, integritas, supremasi hukum, pemberantasan korupsi, serta perlindungan HAM.
“Pernyataan ini mengajak semua pihak untuk tetap menjunjung integritas, supremasi hukum, perlindungan HAM, dan pengelolaan sumber daya alam yang berpihak pada kesejahteraan bersama,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Rm. Manfred menuturkan bahwa perguruan tinggi tidak hanya bertugas menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga membentuk karakter dan kepedulian sosial.
“Kampus tidak boleh berdiam diri ketika nilai-nilai dasar kehidupan berbangsa menghadapi tantangan. Suara moral adalah bagian dari tanggung jawab akademik,” tuturnya.
Menurutnya, komitmen itu sejalan dengan visi Unika Santu Paulus Ruteng sebagai komunitas akademik yang transformatif, kolaboratif, dan berkarakter. Ia mengajak seluruh sivitas akademika Unika Santu Paulus Ruteng untuk menyikapi dinamika kebangsaan secara dewasa, kritis, dan bertanggung jawab.
“Jadikan kampus sebagai ruang dialog yang sehat dan tempat lahirnya gagasan yang memperkuat persatuan, keadilan, dan kesejahteraan bersama,” ujarnya.
Pada akhir pernyataannya, Rm. Manfred berharap komitmen moral yang disampaikan bersama para pimpinan perguruan tinggi anggota APTIK dapat menginspirasi seluruh elemen bangsa untuk terus menghidupi nilai-nilai kebenaran, keadilan, dan kasih dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Komitmen moral tersebut menurutnya menjadi pengingat bahwa pembangunan bangsa membutuhkan kesetiaan bersama terhadap nilai demokrasi dan kemanusiaan.
“Unika Santu Paulus Ruteng harus menjadi terang yang menghadirkan transformasi dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan Indonesia,” ujarnya.
Pernyataan Sikap Moral APTIK ditandatangani para pimpinan perguruan tinggi Katolik anggota APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia sebagai bentuk tanggung jawab moral dunia pendidikan tinggi dalam menjaga kehidupan kebangsaan yang demokratis, adil, dan menjunjung tinggi martabat manusia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....