Pameran Arsitektur Uniflor Buktikan AI Tak Bisa Gantikan Kreativitas Manusia
- 03 Jul 2026 13:39 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende– Pameran karya mahasiswa Program Studi Arsitektur Universitas Flores (Uniflor) di Lapangan Pancasila Ende, Rabu 1 Juli 2026, menarik perhatian masyarakat dengan mengangkat tema pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam dunia arsitektur. Kegiatan yang diikuti sekitar 70 mahasiswa itu menjadi ruang edukasi bagi masyarakat sekaligus ajang menampilkan hasil proses belajar mahasiswa.
Koordinator kegiatan, Arnold Edward Yarisetou (Noldi), saat diwawancarai RRI Ende mengatakan pameran tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Ujian Akhir Semester (UAS) mata kuliah Komunikasi Arsitektur bagi mahasiswa semester dua serta Studio Perancangan Arsitektur (SPA) untuk mahasiswa semester empat dan enam.
Mahasiswa asal Raja Ampat, Papua Barat Daya, itu menjelaskan tema pameran tahun ini menyoroti pemanfaatan teknologi digital, khususnya AI, yang semakin berkembang dalam dunia arsitektur. Melalui pameran tersebut, mahasiswa ingin mengedukasi masyarakat agar memanfaatkan AI secara bijak sebagai alat pendukung kreativitas, bukan menggantikan kemampuan berpikir dan berkarya manusia.
Sekitar 70 mahasiswa dari tiga angkatan menampilkan berbagai karya berupa maket dan poster hasil perancangan. Mahasiswa semester dua memamerkan maket kamar kos sebagai media komunikasi arsitektur, sedangkan mahasiswa semester empat dan enam menampilkan poster rancangan bangunan yang mengedepankan aspek fungsi, kenyamanan, estetika, dan kebutuhan pengguna.
Menurut Noldi, pendidikan arsitektur tidak hanya berfokus pada tampilan bangunan, tetapi juga mengajarkan mahasiswa merancang ruang yang aman, fungsional, nyaman, dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Seluruh karya yang dipamerkan merupakan hasil proses perancangan selama satu semester.
Ia mengungkapkan, pameran awalnya dirancang sebagai media promosi Program Studi Arsitektur di sejumlah SMA. Namun, karena sekolah telah memasuki masa libur, panitia memindahkan lokasi ke Lapangan Pancasila Ende melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kecamatan Ende Utara, pelaku UMKM.
Menurutnya, dukungan berbagai pihak, termasuk perwakilan komunitas Hogdikal, Ahmad, membantu panitia menentukan lokasi, menyusun zonasi pameran, hingga mempersiapkan tata letak kegiatan. Meski menghadapi keterbatasan anggaran dan waktu persiapan yang singkat, seluruh kendala dapat diatasi berkat dukungan dosen, dosen pengampu mata kuliah, dan para mitra.
Noldi menilai antusiasme masyarakat cukup tinggi. Banyak pengunjung berdiskusi langsung dengan mahasiswa untuk mengenal lebih jauh dunia arsitektur yang selama ini belum banyak dipahami, sekaligus melihat bagaimana teknologi dapat mendukung proses perancangan bangunan, katanya.
Ia berharap pameran arsitektur tidak berhenti sebagai kegiatan akademik, tetapi menjadi agenda rutin yang membuka ruang kolaborasi antara kampus, pemerintah, komunitas, sekolah, dan masyarakat. Menurutnya, kegiatan seperti ini penting untuk memperkenalkan profesi arsitek sejak dini, menumbuhkan minat generasi muda terhadap dunia arsitektur, serta mendorong lahirnya inovasi desain yang memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab dan mampu menjawab kebutuhan pembangunan daerah, khususnya di Kabupaten Ende dan Nusa Tenggara Timur,tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....