Inovasi Inpari 42 Ubah Strategi Tanam Petani Ende Hadapi El Nino
- 02 Jul 2026 09:28 WIB
- Ende
RRI.CO.ID. Ende – Penggunaan benih padi unggul Inpari 42 melalui gerakan tanam serempak di hamparan Tiwutana, Kelurahan Lokoboko, Kecamatan Ndona, Kabupaten Ende, menjadi strategi yang disiapkan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus mengurangi risiko gagal panen akibat El Nino. Langkah ini menjadi bagian dari penerapan teknologi budidaya padi dalam mendukung swasembada pangan.
Koordinator Penyuluh Pertanian BPP Ndona yang juga Penyuluh Pertanian Kelurahan Lokoboko, Jamaludin Said, SP, saat di wawancara oleh RRI Ende, Selasa 30 Juni 2026, mengatakan gerakan tanam serempak yang dilaksanakan pada 29 Juni 2026 merupakan bagian dari program strategis Kementerian Pertanian untuk meningkatkan produksi padi secara berkelanjutan.
Menurutnya, gerakan tanam serempak bukan sekadar kegiatan simbolis, melainkan penerapan pola budidaya yang dirancang agar waktu tanam menjadi seragam. Cara tersebut dinilai efektif menekan risiko serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) sekaligus meningkatkan efisiensi pengelolaan lahan sawah,ujarnya.
Ia menjelaskan petani pada kegiatan tersebut menggunakan benih unggul berlabel varietas Inpari 42 yang memiliki potensi hasil panen sekitar enam hingga tujuh ton per hektare. Varietas ini dipilih karena dinilai mampu mendukung peningkatan produksi dan produktivitas padi sawah di wilayah Kecamatan Ndona.
Selain meningkatkan hasil panen, gerakan tanam serempak juga menjadi langkah antisipatif menghadapi fenomena El Nino yang diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September 2026. Dengan waktu tanam yang seragam, risiko puso atau gagal panen akibat kekeringan diharapkan dapat ditekan.
Ia menambahkan, penyuluh pertanian memiliki peran penting sebagai pendamping, edukator, motivator, fasilitator, dan dinamisator dalam seluruh tahapan budidaya, mulai dari persiapan lahan, pembenihan, penanaman, pemeliharaan, hingga panen dan pascapanen. Pendampingan tersebut dilakukan agar petani mampu menerapkan teknik budidaya sesuai rekomendasi.
Kegiatan tanam serempak melibatkan Tim Kerja CWS Kabupaten Ende, penyuluh pertanian dari BPP Ndona, BPP Ende Timur, BPP Ende Selatan, dan BPP Ende Tengah, serta gabungan kelompok tani, kelompok tani, dan petani di hamparan Tiwutana. Selama pelaksanaan dari pukul 08.00 hingga 14.00 Wita, kegiatan berlangsung lancar dengan realisasi tanam seluas 0,85 hektare, ucapnya.
Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Ende, Dinas Pertanian Kabupaten Ende, CWS Kabupaten Ende, dan seluruh penyuluh pertanian yang terlibat dalam pendampingan petani. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi modal penting dalam memperluas areal tanam sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah, katanya.
Ia berharap petani terus menerapkan pola tanam serempak dan mengikuti seluruh anjuran teknis dari penyuluh pertanian agar produktivitas tetap terjaga. "Kalau bukan kita siapa lagi, kalau bukan sekarang kapan lagi. Mari bersama-sama menyukseskan swasembada pangan berkelanjutan melalui penerapan budidaya padi yang lebih baik," tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....