Pemkab Manggarai Barat Kembangkan Aplikasi Pariwisata Terpadu Gendang Mabar
- 01 Jul 2026 15:38 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai Barat - Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat resmi memulai pengembangan aplikasi pariwisata terpadu Gendang Mabar yang akan diintegrasikan dengan aplikasi SiOra milik Balai Taman Nasional Komodo. Integrasi ini bertujuan menyinkronkan data kunjungan dan validasi tiket sekaligus menghadirkan sistem reservasi wisata yang terintegrasi.
Pengembangan aplikasi tersebut ditandai dengan Kick Off Meeting yang digelar di Ruang Rapat MBG Kantor Bupati Manggarai Barat, Rabu 1 Juli 2026. Kegiatan berlangsung secara hybrid dan dihadiri Sekretaris Daerah Manggarai Barat Fransiskus Sales Sodo, Asisten II Pius Baut, perwakilan Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Pariwisata, serta tim pengembang dari PT Nuansa Cerah Informasi (NCI).
Dalam sambutannya, Sekda Fransiskus Sales Sodo, mengatakan aplikasi Gendang Mabar akan menjadi gerbang digital untuk mendukung tata kelola kunjungan wisata yang lebih baik di Manggarai Barat. Menurutnya, integrasi dengan aplikasi SiOra menjadi langkah penting untuk menyelaraskan data kunjungan, validasi tiket, hingga penyediaan sistem reservasi yang lebih efisien.
“Kami berharap aplikasi ini bisa segera diintegrasikan. Ini menjadi prioritas untuk menjadi bahan evaluasi dan langkah awal yang baik,” ujar Fransiskus.
Lebih lanjut, ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan seluruh pelaku industri pariwisata agar implementasi aplikasi berjalan optimal.
Sementara itu, Manajer Proyek PT Nuansa Cerah Informasi, Budi, mengatakan pengembangan aplikasi akan berlangsung selama 24 minggu. Sistem yang dibangun mencakup tiga komponen utama, yakni aplikasi pegawai sebagai backend untuk pemerintah daerah, portal publik berbasis web dengan fitur multi-bahasa, serta aplikasi mobile Android dan iOS yang dilengkapi e-tiket berbasis QR Code dan fitur geolokasi interaktif.
Menurutnya, tahapan pengerjaan diawali dengan analisis kebutuhan dan perancangan antarmuka (UI/UX) selama tiga bulan pertama. Selanjutnya dilakukan pengembangan perangkat lunak, instalasi server, serta pengujian sistem pembayaran (payment gateway).
Pada bulan keempat hingga keenam, aplikasi ditargetkan telah terintegrasi penuh dengan SiOra dan siap diluncurkan.
“Kami juga akan memastikan aplikasi ini dapat menerima pembayaran dari seluruh bank di Indonesia serta terintegrasi dengan berbagai platform pembayaran. Untuk itu, kami akan segera mengurus perizinan dan sertifikat pendukung seperti SSL serta pendaftaran aplikasi di platform distribusi,” kata Budi.
Selain mendukung pengelolaan tiket dan reservasi, aplikasi Gendang Mabar juga diharapkan menjadi sarana promosi destinasi wisata di luar kawasan Taman Nasional Komodo. Melalui aplikasi tersebut, wisatawan dapat mengakses katalog destinasi yang dikelompokkan dalam tiga klaster, yakni alam, pantai, dan budaya, lengkap dengan layanan multi-bahasa untuk menjangkau wisatawan mancanegara.
Dalam diskusi, para peserta juga membahas kesiapan infrastruktur, mulai dari penyediaan server, domain, mekanisme pembayaran, hingga kebutuhan data destinasi dan tarif dari Dinas Pariwisata.
Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat berharap kehadiran Gendang Mabar mampu menghadirkan sistem pengelolaan pariwisata yang lebih modern, transparan, dan memberikan kemudahan bagi wisatawan yang berkunjung ke daerah tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....