Kemenag Ende Gelar Workshop Kurikulum Berbasis Cinta Terintegrasi Pembelajaran

  • 01 Jul 2026 13:30 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ende menggelar Workshop Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) Terintegrasi Pembelajaran Mendalam bagi 92 guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) se-Kabupaten Ende. Kegiatan yang berlangsung di MIN 1 Ende pada 22–23 Juni 2026 itu difokuskan untuk memperkuat kompetensi guru dalam menerapkan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik.

Workshop tersebut diikuti para guru MI dari berbagai wilayah di Kabupaten Ende. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Kemenag Ende meningkatkan kualitas pendidikan madrasah melalui pendekatan pembelajaran yang lebih humanis, bermakna, dan berorientasi pada penguatan karakter.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ende, Nikolaus Nama Payon, mengatakan Kurikulum Berbasis Cinta tidak mengesampingkan pencapaian akademik. Menurutnya, pendekatan tersebut justru mendorong peserta didik berkembang secara utuh, baik dari aspek pengetahuan, karakter, maupun kepedulian sosial.

Ia menjelaskan, pendidikan yang dibangun atas dasar kasih sayang akan menciptakan lingkungan belajar yang lebih demokratis. Kondisi tersebut dinilai mampu menumbuhkan rasa ingin tahu, meningkatkan partisipasi siswa, serta membentuk karakter yang siap menghadapi tantangan masa depan.

Selain Kepala Kantor Kemenag Ende, kegiatan itu juga dihadiri Kepala Seksi Pendidikan Islam, Pengawas Madrasah, serta Koordinator Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kabupaten Ende. Kehadiran para pemangku kepentingan pendidikan tersebut menjadi bagian dari penguatan implementasi kurikulum di lingkungan madrasah.

Dalam workshop, peserta memperoleh penguatan mengenai penerapan Kurikulum Berbasis Cinta yang diintegrasikan dengan konsep pembelajaran mendalam. Guru didorong untuk menghadirkan proses belajar yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi, tetapi juga memperhatikan perkembangan emosional dan spiritual peserta didik.

Kemenag Ende juga menekankan pentingnya peran guru sebagai fasilitator yang mampu membangun suasana belajar yang inklusif dan inspiratif. Melalui pendekatan tersebut, guru diharapkan dapat mengembangkan strategi pembelajaran yang lebih inovatif sesuai kebutuhan siswa.

Melalui workshop ini, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ende berharap lahir praktik-praktik pembelajaran yang semakin berkualitas di madrasah. Penguatan kompetensi guru diharapkan berdampak pada peningkatan mutu pendidikan Madrasah Ibtidaiyah sekaligus membentuk generasi yang berkarakter, berprestasi, dan memiliki kepedulian terhadap sesama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....