Sekolah Alam Ende Bantu Anak Putus Sekolah Raih Kesempatan Belajar Kembali
- 29 Jun 2026 17:02 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende– Sekolah Alam di Kabupaten Ende menjadi alternatif pendidikan bagi anak-anak yang putus sekolah maupun yang belum pernah mengenyam pendidikan formal. Melalui metode belajar yang lebih fleksibel, program ini menargetkan peserta mampu membaca, menulis, dan berhitung sebagai bekal melanjutkan pendidikan.
Saat diwawancarai RRI Ende, Minggu 28 Juni 2026, perwakilan Rumah Baca Mustika, Iin Herlina Dewi, mengatakan program Sekolah Alam lahir dari kolaborasi empat komunitas taman baca setelah mendapat undangan dari Bunda Literasi Kabupaten Ende, Cicih Badeoda, pada awal Mei 2026. Dalam pertemuan tersebut, para pegiat literasi diminta menyusun program berkelanjutan yang dapat menjawab persoalan pendidikan di masyarakat.
Ia menjelaskan empat komunitas yang terlibat yakni Rumah Baca Mustika, Taman Bacaan Mok, Taman Bacaan Anak Merdeka, dan Taman Baca Ilenapu. Dari berbagai gagasan yang dibahas, Sekolah Alam dinilai sebagai program yang paling siap direalisasikan dan mulai dijalankan selama tiga bulan, sejak Juni hingga Agustus 2026.
Menurut IIN, konsep Sekolah Alam berbeda dengan sekolah formal. "Proses belajar tidak berlangsung di ruang kelas dengan meja dan kursi, melainkan menggunakan pendekatan yang lebih santai dan menyesuaikan kemampuan setiap anak," ujarnya.
Peserta terlebih dahulu dipetakan berdasarkan kemampuan belajar. Anak yang belum mengenal huruf ditempatkan pada kelas dasar dengan pendampingan mulai dari pengenalan huruf, angka, hingga membaca, sedangkan peserta yang sudah mengenal huruf tetapi masih mengeja mendapat pembelajaran lanjutan agar kemampuan membacanya semakin lancar, ucapnya.
Ia menambahkan Program ini diikuti sembilan anak dengan latar belakang yang berbeda, mulai dari putus sekolah di jenjang SD dan SMP hingga anak yang sama sekali belum pernah bersekolah. Setelah menyelesaikan program, para peserta akan diarahkan mengikuti pendidikan kesetaraan Paket A atau Paket B sebagai bekal untuk kembali melanjutkan pendidikan formal.
Selain membekali kemampuan dasar, Sekolah Alam juga menanamkan pendidikan karakter, kepedulian terhadap lingkungan, serta nilai-nilai sosial. Menurut IIN, perubahan perilaku peserta mulai terlihat melalui kebiasaan saling membantu teman saat mengikuti kegiatan belajar tanpa harus diarahkan oleh para pendamping.
IIN berharap program percontohan tersebut mampu mencapai target utama, yakni membuat seluruh peserta mampu membaca, menulis, dan berhitung dalam waktu tiga bulan. Jika hasil evaluasi menunjukkan perkembangan yang baik, program Sekolah Alam diharapkan dapat berlanjut pada angkatan berikutnya sehingga semakin banyak anak putus sekolah di Kabupaten Ende memperoleh kesempatan kembali mengenyam pendidikan, tutupnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....