Harganas 2026, Gubernur NTT Tekankan Peran Ayah dalam Membangun Keluarga

  • 29 Jun 2026 16:17 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, KUPANG – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan pentingnya kehadiran seorang ayah dalam membangun keluarga yang berkualitas. Hal itu disampaikannya saat membuka Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tingkat Provinsi NTT yang diselenggarakan oleh BKKBN Provinsi NTT di Aula Rumah Jabatan Gubernur NTT, Senin 29 Juni 2026.

Menurut Gubernur Melki, tema Harganas tahun ini, "Ayah Wajib Hadir", menegaskan jika peran ayah tidak hanya sebatas pencari nafkah. Ayah juga harus hadir secara fisik, emosional, psikologis, dan sosial dalam proses pengasuhan, pendidikan, perlindungan, serta tumbuh kembang anak.

Ia mengatakan, kehadiran ayah dan ibu secara seimbang merupakan fondasi utama dalam membangun keluarga yang kuat dan harmonis. "Keseimbangan peran tersebut juga menjadi benteng untuk mencegah berbagai persoalan sosial yang dihadapi generasi muda, seperti kekerasan, perundungan, tawuran, pergaulan bebas, kehamilan di luar nikah, hingga penyalahgunaan narkoba," ujar Gubernur Melki.

Gubernur Melki menambahkan peringatan Harganas menjadi momentum untuk mengingatkan masyarakat bahwa pengasuhan anak bukan hanya menjadi tanggung jawab seorang ibu. Keterlibatan aktif ayah dinilai sangat penting dalam mendukung kesehatan anak, mencegah stunting, dan menciptakan keluarga yang berkualitas.

Ia mengajak seluruh masyarakat menjadikan Hari Keluarga Nasional sebagai momentum memperkuat ketahanan keluarga di Nusa Tenggara Timur. Menurutnya, anak-anak membutuhkan figur ayah dan ibu yang selalu hadir agar dapat tumbuh menjadi generasi yang sehat, berkarakter, dan berdaya saing.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga mengingatkan pentingnya implementasi Peraturan Gubernur NTT Nomor 24 Tahun 2026 tentang Gerakan Belajar Masyarakat. Aturan itu menetapkan jam belajar masyarakat setiap pukul 18.00 hingga 19.30 WITA, di mana anak-anak didorong belajar di rumah bersama orang tua tanpa menggunakan telepon genggam.

"Gerakan tersebut tidak hanya ditujukan bagi anak-anak, tetapi juga bagi para orang tua. Saya berharap orang tua tidak disibukkan dengan telepon genggam saat mendampingi anak belajar sehingga tercipta interaksi, komunikasi, dan pendampingan yang lebih berkualitas di dalam keluarga," katanya.

Dia juga menegaskan pembangunan keluarga merupakan investasi jangka panjang dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. Karena itu, pelaksanaan Harganas harus menjadi gerakan nyata untuk membangun keluarga yang tangguh, harmonis, sejahtera, serta menjadi fondasi bagi kemajuan Nusa Tenggara Timur dan Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....