Halimah Tus'adyah Pimpin Yayasan Tananua Flores Periode 2026–2030

  • 29 Jun 2026 09:53 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Yayasan Tananua Flores menetapkan Halimah Tus'adyah sebagai Direktur periode 2026–2030 dalam Rapat Akhir Tahun (RAT) yang dirangkaikan dengan pemilihan pengurus, pengawas, dan direktur baru, pada Jumad, 19 Juni 2026 lalu. Kepemimpinan baru tersebut diharapkan mampu memperkuat transformasi organisasi melalui penguatan kelembagaan, inovasi, dan pemanfaatan teknologi digital.

Kepada RRI, Halimah menegaskan komitmennya untuk mengimplementasikan Rencana Strategis (Renstra) 2026–2030. Menurutnya, pelaksanaan Renstra tersebut diarahkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat melalui tata kelola organisasi yang lebih adaptif dan berbasis data.

"Kita hidup di era di mana kerja harus berbasis data dan bukti. Setiap program dan kegiatan perlu direncanakan, dilaksanakan, dan dievaluasi berdasarkan fakta serta kebutuhan nyata masyarakat. Dengan demikian, setiap langkah yang kita ambil dapat memberikan manfaat yang lebih besar dan terukur," ujarnya, Sabtu, 27 Juni 2026.

Menurut Halimah, transformasi organisasi harus diiringi dengan budaya kerja kolaboratif. Ia menilai keberhasilan lembaga tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi juga oleh sinergi dan koordinasi yang baik di seluruh lini organisasi.

"Kerja sama harus terus ditingkatkan. Koordinasi yang baik antar tim menjadi kunci keberhasilan organisasi. Kita perlu meninggalkan ego sektoral maupun ego pribadi demi mencapai tujuan bersama," katanya.

Selain memperkuat tata kelola organisasi, Halimah juga menempatkan peningkatan kapasitas staf lapangan sebagai salah satu prioritas utama. Ia menyebut staf lapangan merupakan ujung tombak pendampingan masyarakat sehingga perlu dibekali kemampuan teknis, pengelolaan data, fasilitasi, serta pemanfaatan teknologi digital.

"Staf lapangan adalah wajah dan kekuatan utama Yayasan Tananua Flores di tengah masyarakat. Karena itu, peningkatan kapasitas mereka harus menjadi prioritas agar kualitas pendampingan semakin efektif dan berdampak," ucapnya.

Ia menambahkan, staf lapangan tidak hanya berperan sebagai pelaksana program, tetapi juga sebagai fasilitator perubahan sosial yang mampu mendorong partisipasi masyarakat, memperkuat kemandirian kelompok dampingan, serta memastikan keberlanjutan program di tingkat komunitas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....