Wagub NTT Buka Kejuaraan Karate Shoto-kai Open 2026, Bidik Prestasi PON 2028

  • 29 Jun 2026 08:21 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende - Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Johni Asadoma, secara resmi membuka Kejuaraan Karate Shoto-kai NTT Open Piala Gubernur NTT Tahun 2026 di GOR Flobamora Kupang, Jumat, 26 Juni 2026. Kejuaraan yang berlangsung hingga 28 Juni ini menjadi ajang pembinaan sekaligus pencarian bibit atlet karate terbaik NTT untuk dipersiapkan menghadapi berbagai kejuaraan nasional, termasuk Pekan Olahraga Nasional 2028.

Sebanyak 698 atlet dari 16 kontingen yang mewakili sembilan perguruan karate di Nusa Tenggara Timur mengikuti kejuaraan tersebut. Para peserta bersaing pada 76 nomor pertandingan yang mencakup berbagai kategori usia, mulai dari usia dini hingga senior, baik pada nomor kata maupun kumite. Kompetisi ini diharapkan menjadi wadah peningkatan kualitas atlet sekaligus memperkuat pembinaan olahraga karate di daerah.

Dalam sambutannya, Johni Asadoma menegaskan bahwa keberhasilan seorang atlet ditentukan oleh latihan yang konsisten, disiplin, dan semangat pantang menyerah. Ia mengajak seluruh karateka menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas, kejujuran, persaudaraan, dan saling menghormati. Selain itu, ia mengingatkan para atlet untuk menjauhi kebiasaan negatif seperti merokok, mengonsumsi minuman beralkohol, begadang, serta pergaulan yang dapat menghambat prestasi.

"Kalau sudah memilih menjadi atlet, maka berlatihlah dengan tekun, disiplin, dan sepenuh hati. Kunci menjadi juara adalah latihan yang konsisten serta menjaga disiplin dalam kehidupan sehari-hari," katanya. Wagub juga membagikan pengalaman pribadinya sebagai mantan atlet tinju nasional yang pernah meraih medali emas SEA Games dan mewakili Indonesia pada Olimpiade Los Angeles 1984.

Menurutnya, keberhasilan tersebut diraih melalui kerja keras, disiplin, konsistensi, dan keberanian mengambil keputusan. Ia menilai cabang olahraga bela diri merupakan salah satu andalan NTT yang berpotensi menyumbangkan medali emas pada PON 2028 sehingga pembinaan atlet harus dilakukan secara serius dan berkelanjutan.

Menutup sambutannya, Johni Asadoma mengingatkan para atlet agar tetap menyeimbangkan prestasi olahraga dengan pendidikan. Ia berharap kejuaraan ini tidak hanya melahirkan juara di arena pertandingan, tetapi juga membentuk generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan siap mengharumkan nama Nusa Tenggara Timur di tingkat nasional maupun internasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....