Konten Viral Tak Selalu Mulus, Mental Kuat Jadi Kunci Bertahan di Media Sosial

  • 28 Jun 2026 19:12 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Konten yang viral hingga ditonton lebih dari satu juta kali tidak selalu membawa respons positif bagi pembuatnya. Pengalaman itu dibagikan kreator digital Difa Alexandryya saat diwawancarai Pro 2 RRI Ende dalam program Santai Siang Muda Kreatif, Sabtu 27 Juni 2026.

Dalam wawancara tersebut, ia menjelaskan bahwa konten viral pertamanya dibuat ketika dirinya baru sekitar satu bulan menjadi content creator dan bekerja sama dengan sebuah brand. Saat itu, ia mengangkat topik edukasi keagamaan dengan judul yang memancing rasa penasaran audiens.

Menurutnya, konten yang membahas pertanyaan mengenai "dosa yang tidak diampuni" berhasil menarik perhatian pengguna TikTok hingga menembus lebih dari satu juta penonton. Tingginya rasa ingin tahu masyarakat menjadi salah satu faktor yang membuat konten tersebut cepat menyebar.

Ia mengungkapkan meski meraih jumlah penonton yang besar, Difa mengaku kontennya juga memunculkan pro dan kontra. Ia menilai, pembahasan mengenai isu yang sensitif, termasuk agama, kerap memunculkan beragam sudut pandang dari masyarakat, ujarnya.

Karena itu, setiap konten yang dipublikasikan selalu melalui proses evaluasi bersama tim. Langkah tersebut dilakukan agar informasi yang disampaikan tetap dapat dipertanggungjawabkan dan tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah publik.

Selain berbagi kisah mengenai konten viral, Diva juga mengungkapkan tantangan lain yang dihadapi selama berkarya di media sosial, yakni munculnya komentar negatif atau hate comment. Menurutnya, hal tersebut hampir selalu dialami oleh kreator digital."Kadang kita baru mengunggah konten saja sudah ada komentar negatif, baik dari online maupun offline," ucapnya.

Meski demikian, ia memilih untuk tidak larut dalam komentar negatif. Baginya, kritik yang membangun dapat dijadikan bahan evaluasi, sedangkan komentar yang hanya bertujuan menjatuhkan tidak perlu memengaruhi semangat untuk terus berkarya.

Ia menilai mental yang kuat menjadi modal penting bagi setiap kreator digital. Fokus pada dukungan dari audiens yang memberikan energi positif, menurutnya, jauh lebih bermanfaat dibandingkan terus memikirkan komentar yang bernada negatif, katanya.

Ia berharap agar generasi muda untuk berani memulai berkarya di media digital tanpa takut terhadap penilaian orang lain. Ia meyakini konsistensi, kemauan belajar, dan keberanian untuk terus berproses akan membuka lebih banyak peluang di masa depan, tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....