Peringati Hari Laut Sedunia, Burung Indonesia dan SiALIR Ajak Masyarakat Jaga Laut
- 27 Jun 2026 16:15 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai Barat - Burung Indonesia bersama Asosiasi Pengusaha Peduli Air (SiALIR) Labuan Bajo menggelar aksi bersih sampah dan jalan santai di sepanjang Jalan Trans Flores, Desa Liang Ndara, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu 26 Juni 2026, dalam rangka memperingati Hari Laut Sedunia.
Mengusung tema global “Reimagine: Beyond the World We Know, a New Relationship with Our Ocean”, kegiatan ini bertujuan membangun kesadaran masyarakat bahwa menjaga laut harus dimulai dari kawasan hulu. Pesan utama yang diusung dalam kampanye tersebut adalah “Air boleh tetap mengalir ke laut, tetapi jangan sampai sampah ikut di dalamnya.”
Aksi dimulai dari halaman Gereja Stasi Emanuel Melo dan berakhir di Masjid Nurhasana Mamis. Kegiatan melibatkan perwakilan Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Kabupaten Manggarai Barat, pelaku usaha di Labuan Bajo, pemerintah Desa Liang Ndara, serta masyarakat setempat.
Flores Programme Manager Burung Indonesia, Tiburtius Hani, mengatakan selama ini masih banyak masyarakat yang memandang laut dan daratan sebagai dua ekosistem yang terpisah. Padahal, seluruh aktivitas di darat akan berdampak langsung terhadap kondisi laut.
“Yang ingin kami bangun adalah kesadaran bahwa apa yang kita lakukan di darat akan memengaruhi laut. Karena itu, masyarakat perlu lebih berhati-hati dalam mengelola sampah agar tidak terbawa aliran air hingga ke laut,” ujarnya di sela kegiatan.
Menurutnya, Jalan Trans Flores dipilih sebagai lokasi aksi karena berada di kawasan bentang alam Mbeliling yang menjadi daerah tangkapan air bagi Labuan Bajo. Air hujan yang mengalir dari kawasan tersebut bermuara ke sungai hingga akhirnya menuju laut.
Selain melakukan pembersihan sampah, panitia juga membagikan selebaran kepada pengguna jalan sebagai bagian dari kampanye agar tidak membuang sampah sembarangan.
Adapun dari hasil aksi tersebut, peserta berhasil mengumpulkan hampir satu ton sampah yang didominasi sampah rumah tangga dan plastik. Tiburtius memperkirakan jumlah sampah dapat mencapai 1 hingga 1,5 ton jika seluruh lokasi pembersihan diselesaikan.
“Kami tidak hanya menghitung berapa banyak sampah yang terkumpul hari ini, tetapi berharap aksi ini bisa menginspirasi lebih banyak orang untuk peduli terhadap lingkungan dalam jangka panjang,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Kabupaten Manggarai Barat, Vinsensius Gande, mengapresiasi kolaborasi Burung Indonesia, SiALIR, sektor swasta, dan masyarakat dalam mendukung upaya pemerintah mengurangi persoalan sampah.
Menurutnya, aksi tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial memperingati Hari Laut Sedunia, melainkan bentuk nyata kepedulian terhadap lingkungan.
“Hari ini kita tidak hanya menunjukkan kepedulian, tetapi benar-benar melakukan aksi. Semua pihak turun langsung memungut sampah. Meskipun terlihat sederhana, dampaknya sangat besar bagi lingkungan,” ujarnya.
Lebih lanjut, dirinya menyampaikan, sampah yang telah dikumpulkan akan dipilah terlebih dahulu untuk memisahkan material yang masih memiliki nilai ekonomi. Hanya sampah residu yang akan dibawa ke tempat pemrosesan akhir (TPA) sebagai upaya mengurangi beban kapasitas TPA yang semakin terbatas.
Vinsensius juga berharap edukasi pengelolaan sampah dapat menjadi bagian dari program pendampingan desa sehingga kesadaran menjaga lingkungan tumbuh dari masyarakat sendiri.
Sementara itu, Sustainable Landscape Specialist Burung Indonesia, Amsurya Warman Amsa, menjelaskan keterlibatan SiALIR merupakan bentuk kolaborasi pelaku usaha yang bergantung pada keberlanjutan sumber daya air di kawasan Mbeliling.
Menurutnya, bentang alam Mbeliling merupakan daerah tangkapan air yang sangat penting bagi masyarakat Labuan Bajo. Karena itu, menjaga kawasan hulu berarti juga menjaga kualitas laut.
Amsurya menambahkan, kolaborasi antara Burung Indonesia dan SiALIR akan terus dilakukan melalui berbagai aksi lingkungan setiap tiga bulan dengan tema yang berbeda, seperti restorasi lahan, penanaman pohon, hingga kampanye perlindungan laut dan pengelolaan sampah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....