FOMO Dinilai Ancam Jati Diri Generasi Muda
- 27 Jun 2026 12:19 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende – Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) dan derasnya tren media sosial dinilai semakin memengaruhi cara generasi muda memandang diri sendiri. Kondisi ini berpotensi mengikis rasa percaya diri hingga menjauhkan anak muda dari identitas dan nilai-nilai kebangsaan.
Ketua Campus Ministry IFTK Ledalero, Efrem Segha, mengatakan tekanan untuk mengikuti tren kerap muncul akibat keinginan diterima dalam lingkungan pergaulan. Menurutnya, tidak sedikit anak muda yang akhirnya merasa cemas apabila dianggap tertinggal dari kelompok atau lingkaran pertemanannya.
Dalam Obrolan Kita Indonesia, Senin, 15 Juni 2026, Efrem menuturkan bahwa fenomena tersebut perlu disikapi secara bijak karena dapat memengaruhi kesehatan mental generasi muda. "Anak muda sering merasa harus mengikuti tren agar diterima. Padahal, ketika terlalu mengejar pengakuan, mereka justru bisa kehilangan rasa percaya diri terhadap dirinya sendiri," ujarnya.
Ia menilai media sosial semestinya dimanfaatkan sebagai ruang untuk menunjukkan karya dan aktivitas yang memberi manfaat, bukan sekadar membangun citra. Menurutnya, banyak anak muda lebih sibuk mencari validasi melalui unggahan dibanding mengembangkan kapasitas diri di kehidupan nyata.
Kondisi itu, lanjut Efram, perlu direspons dengan memperkuat kesadaran bahwa setiap individu memiliki nilai tanpa harus mengikuti semua tren yang sedang viral. Ia mengajak generasi muda lebih berani mengenali potensi diri serta membangun prestasi berdasarkan kemampuan, bukan semata-mata penilaian media sosial.
Selain itu, Efram menegaskan bahwa Indonesia memiliki kekayaan budaya yang dapat menjadi fondasi kuat dalam membentuk karakter generasi muda. Ia berharap anak muda tetap terbuka terhadap perkembangan zaman, namun mampu menyaring pengaruh luar agar tidak kehilangan identitas sebagai bangsa Indonesia.
Menurutnya, mencintai Indonesia dapat dimulai dari langkah sederhana, seperti mempromosikan budaya lokal, menggunakan produk karya anak bangsa, hingga menyebarkan konten positif di media digital. Upaya tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam membangun generasi yang percaya diri sekaligus berkarakter di tengah arus globalisasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....