BPBD Ende Ajak Warga Hidupkan Kearifan Mitigasi Pesisir

  • 26 Jun 2026 14:05 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Kearifan lokal yang diwariskan leluhur dinilai masih relevan untuk mengurangi risiko abrasi dan bencana pesisir di Kabupaten Ende. Masyarakat diajak kembali memahami pengetahuan tradisional yang selama ini menjadi pedoman nenek moyang dalam menentukan lokasi permukiman yang aman dari ancaman gelombang laut.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Ende, Marcelus Eclesianus Meta, mengatakan masyarakat masa lalu memiliki pemahaman kuat tentang karakteristik wilayah pesisir. Pengetahuan tersebut tercermin dari pola permukiman tradisional yang umumnya dibangun jauh dari garis pantai dan kawasan sempadan laut.

Menurutnya, keputusan tersebut bukan tanpa alasan, melainkan bentuk adaptasi terhadap ancaman abrasi, gelombang pasang, dan perubahan kondisi laut yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Kearifan itu menjadi bukti bahwa mitigasi bencana telah dikenal masyarakat jauh sebelum hadirnya teknologi modern.

“Nenek moyang kita mewariskan kearifan lokal tentang siaga bencana, mereka membangun rumah jauh dari sempadan karena paham risikonya,” ujar Marcelus dalam dialog Kentongan RRI, Selasa, 7 April 2026.

Ia menilai sebagian masyarakat saat ini mulai mengabaikan petunjuk alam dan pengetahuan yang diwariskan para tetua. Padahal, batas pasir terjauh yang pernah dicapai gelombang laut dapat menjadi indikator alami untuk menentukan zona aman pembangunan permukiman.

Marcelus menjelaskan bahwa masyarakat terdahulu memahami laut memiliki siklus pasang surut ekstrem yang dapat terjadi dalam rentang waktu tertentu. Dengan menjaga jarak dari pantai, mereka mampu meminimalkan risiko kehilangan lahan, rumah, maupun sumber penghidupan akibat abrasi.

Di tengah meningkatnya dampak perubahan iklim, termasuk pengaruh fenomena El Nino dan La Nina yang memicu cuaca ekstrem, kearifan lokal dinilai semakin penting untuk dihidupkan kembali. Pengetahuan tradisional dapat menjadi pelengkap strategi mitigasi modern yang diterapkan pemerintah.

BPBD Ende mengajak masyarakat, terutama generasi muda, untuk mempelajari sejarah lingkungan dan memahami tanda-tanda alam yang diwariskan secara turun-temurun. Kesadaran menghormati batas-batas alam diyakini menjadi fondasi penting dalam membangun masyarakat pesisir yang tangguh dan siap menghadapi ancaman bencana.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....