Vegetasi Pesisir Jadi Kunci Perlindungan Pantai Selatan Ende

  • 26 Jun 2026 14:06 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Pemerintah Kabupaten Ende mendorong penguatan sabuk hijau berbasis vegetasi sebagai strategi jangka panjang menghadapi ancaman abrasi di pesisir selatan. Pohon waru dipilih sebagai tanaman utama karena dinilai mampu bertahan terhadap kondisi pantai selatan yang berhadapan langsung dengan gelombang dan angin kencang Samudra Hindia.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Ende, Marcelus Eclesianus Meta, mengatakan pendekatan mitigasi abrasi saat ini tidak lagi hanya mengandalkan pembangunan infrastruktur beton. Upaya perlindungan pantai dilakukan dengan menggabungkan struktur fisik dan vegetasi alami agar lebih efektif meredam energi gelombang.

“Pendekatan sekarang itu holistik, antara struktural beton digabungkan dengan sabuk hijau vegetasi untuk meredam gelombang lebih optimal,” ujar Marcelus dalam dialog Kentongan RRI, Selasa, 7 April 2026.

Menurutnya, karakteristik pantai selatan Ende berbeda dengan wilayah pesisir utara yang lebih cocok ditanami mangrove. Pohon waru dipilih karena memiliki ketahanan tinggi terhadap terpaan angin laut serta mampu tumbuh baik di kawasan pesisir yang didominasi pasir dan paparan garam.

Selain itu, sistem perakaran pohon waru yang kuat berfungsi mengikat pasir dan tanah pantai sehingga mengurangi risiko pengikisan garis pantai. Vegetasi tersebut juga menjadi lapisan pelindung tambahan bagi tembok penahan abrasi yang dibangun pemerintah di sejumlah titik rawan.

Sabuk hijau tidak hanya berfungsi sebagai instrumen mitigasi bencana, tetapi juga mendukung kelestarian ekosistem pesisir. Keberadaan vegetasi pantai membantu menjaga habitat biota laut sekaligus memperbaiki kualitas lingkungan di kawasan pesisir.

BPBD Ende mengajak masyarakat berpartisipasi dalam penanaman pohon waru melalui kegiatan gotong royong dan penghijauan pantai. Keterlibatan warga dinilai penting untuk memastikan keberlanjutan program sekaligus memperkuat ketahanan wilayah pesisir terhadap ancaman abrasi.

Marcelus menegaskan pengembangan sabuk hijau merupakan investasi jangka panjang yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Dengan vegetasi yang terjaga, risiko abrasi dapat ditekan tanpa mengurangi fungsi ekologis dan keindahan alami pantai selatan Ende.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....