Nagekeo Andalkan Pertanian dan Digitalisasi Kendalikan Inflasi

  • 26 Jun 2026 14:12 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ngada – Pemerintah Kabupaten Nagekeo menegaskan komitmennya mengendalikan inflasi melalui penguatan sektor pertanian dan digitalisasi daerah dalam High Level Meeting (HLM) TPID dan TP2DD Flores Bagian Tengah di Bajawa, Kamis, 18 Juni 2026. Komitmen tersebut disampaikan Wakil Bupati Nagekeo Gonzalo Gratianus Muga Sada saat memaparkan strategi pengendalian inflasi daerah.

Menurut Gonzalo, sektor pertanian menjadi tulang punggung perekonomian Nagekeo karena menyumbang lebih dari 50 persen Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Selain itu, sekitar 58 persen masyarakat menggantungkan hidup pada sektor pertanian.

Pemerintah Kabupaten Nagekeo bersama TPID menetapkan program Intensifikasi Padi Inbrida Sawah sebagai program unggulan.

Program tersebut diarahkan untuk mengurangi ketergantungan pasokan beras dari luar daerah serta menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan.

"Angka ini bukan sekadar statistik, tetapi sebuah panggilan bahwa pertanian adalah denyut nadi ekonomi Nagekeo. Jika sawah kita subur dan beras kita cukup, maka rakyat Nagekeo akan tersenyum dan inflasi dapat kita tekan bersama," kata Gonzalo.

Selain sektor pertanian, Pemkab Nagekeo juga memperkuat sektor perikanan dan peternakan guna meningkatkan ketahanan pangan masyarakat. Upaya tersebut dibarengi dengan pengembangan digitalisasi melalui aplikasi Sapu untuk pengelolaan persampahan dan Ok Kirim Su sebagai marketplace produk dan jasa lokal.

Menurut Gonzalo, digitalisasi menjadi bagian penting dalam pembangunan daerah di masa depan. Melalui inovasi tersebut, masyarakat diharapkan semakin mudah memasarkan produk lokal sekaligus memperluas peluang ekonomi berbasis teknologi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....