Literasi Digital Jadi Benteng Generasi Muda Hadapi Ancaman Hoaks Media Sosial
- 25 Jun 2026 20:08 WIB
- Ende
RRI.CO.ID,Ende — Generasi muda dinilai menghadapi ancaman serius dari penyebaran hoaks dan ujaran kebencian di ruang digital. Kondisi ini membuat literasi digital menjadi benteng utama dalam menjaga nilai-nilai Pancasila tetap hidup di era media sosial.
Hal tersebut disampaikan akademisi Universitas Flores, Dr. Fety Surfaifel, M.A, dalam wawancara bersama Pro 1 RRI Ende pada program Florata Siang Kita Indonesia, Kamis 25 Juni 2026
Ia menjelaskan bahwa perkembangan teknologi digital memang membuka akses luas bagi generasi muda untuk belajar dan berkreasi. Namun, di sisi lain, derasnya arus informasi juga membawa risiko penyebaran informasi yang tidak akurat.
Menurutnya, media sosial saat ini masih banyak diwarnai konten yang tidak mencerminkan nilai Pancasila, seperti ujaran kebencian, provokasi, dan informasi tanpa verifikasi.
“Banyak informasi viral disebarkan tanpa pengecekan fakta, sehingga berpotensi mengganggu persatuan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa hal tersebut bertentangan dengan nilai kemanusiaan yang adil dan beradab serta persatuan Indonesia dalam Pancasila.
Selain itu, rendahnya literasi digital membuat sebagian pengguna mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi,ucapnya.
Ia menambahkan generasi muda diminta meningkatkan kemampuan berpikir kritis, memeriksa sumber informasi, serta melakukan verifikasi sebelum membagikan konten di media sosial.Ia juga menekankan pentingnya sikap bijak dalam bermedia sosial agar tidak ikut menyebarkan hoaks maupun konten bernuansa SARA ,katanya.
Ia berharap generasi muda dapat menjadi pengguna ruang digital yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab, sehingga mampu menjaga persatuan bangsa di tengah derasnya arus informasi global, tutupnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....